Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei secara terbuka mengkritik presiden dan menteri luar negeri Iran terkait perjanjian nuklir 2015.
Dia mengatakan tidak setuju dengan implementasi dari perjanjian nuklir 2015 yang mereka negosiasikan dengan kekuatan dunia.
Kritikan luar biasa dari Khamenei ini yang pertama kali diucapkan kepada kedua politisi itu, muncul di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat setahun setelah Washington menarik diri dari perjanjian itu.
Khamenei memiliki keputusan akhir tentang semua masalah negara, dan menyalahkan penyelesaian perjanjian itu membatasi pengaruh Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.
Khamenei menilai Presiden dan Menlu relatif moderat dalam teokrasi Iran yang telah mencapai kesepakatan.
“Sampai taraf tertentu, saya tidak percaya pada cara kesepakatan nuklir dilaksanakan,” kata Khamenei, menurut situs resminya dilansir aljazeera. “Banyak kali saya mengingatkan presiden dan menteri luar negeri.”
Khamenei sebelumnya memperingatkan Barat, terutama AS, tidak bisa dipercaya. Tapi dia belum menyebut politisi terpilih negara itu dan diplomat topnya sebelum Rabu malam.
Diketahui, Iran setuju adanya kesepakatan nuklir. Kesepakatan itu melihat Iran membatasi pengayaan uraniumnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan.
Washington mengatakan serangan ‘terhalang’ ketika ketegangan AS-Iran meningkat (2:10). Namun perjanjian tersebut telah terungkap setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali dan menerapkan kembali sanksi lama dan bahkan lebih keras lagi. (ham)