Arab Saudi pekan lalu mengeksekusi 37 warganya termasuk sejumlah ulama dengan dalih memerangi terorisme. Langkah tersebut menuai kecaman luas. Jamaah shalat Jumat dan mahasiswa Lebanon mengutuk kejahatan terbaru Arab Saudi tersebut.
Menurut laporan IRNA, Sabtu (27/4/19), jamaah shalat Jumat Lebanon di Dahieh, selatan Beirut seraya membawa plakat dan spanduk, mengungkapkan simpatinya kepada keluarga mereka yang dieksekusi, meneriakkan slogan-slogan anti Al Saud.
Dalam hal ini, Deputi Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon, Sheikh Ali Damush, dalam khutbah Jumatnya di Beirut selatan mengatakan langkah kriminal Al Saud di Suriah dan Yaman mengindikasikan temperamen liar pemerintah Arab Saudi.
Sementara, Ketua Dewan Ulama Tirus (Sur) Lebanon Sheikh Ali Yasin, dalam khutbah Jumatnya mengatakan, kebungkaman internasional dan khususnya negara-negara pengklaim pembela HAM atas aksi Arab Saudi mengeksekusi mati 37 tahanan warga Qatif sangat mencengangkan dan eksekusi massal ini ditujukan untuk membungkam suara mereka yang menentang kebijakan pemerintah monarki Saudi.
Sementara, Wakil Pemimpin Tertinggi Iran di Suriah, Ayatullah Abolfazl Tabatabai Ashkezari, dalam khutbah Jumatnya di Damaskus di Musallah Zainabiyah, di samping makam suci Sayyidah Zainab menekankan, dengan memancung 37 warganya, Al Saud telah membuktikan dirinya tidak berbeda dengan teroris Daesh (ISIS) dan mereka memiliki permusuhan terhadap Islam dan umat muslim. (Fhr)