Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syeikh Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais mengecam serangan terhadap dua kilang minyak milik perusahaan minyak dan gas Aramco di wilayah Dawadmi dan Afif, Kota Riyadh, Arab Saudi.
Syeikh Assudais menegaskan bahwa serangan ke wilayah kilang minyak dan fasilitas umum adalah tindakan teror yang tidak dibenarkan dalam syariat Islam.
Menurut dia, serangan keji dan aksi teror yang dilakukan oleh penjahat itu hanyalah upaya gagal untuk menggerogoti nikmat rasa aman yang diraih oleh Kerajaan Arab Saudi dan usaha untuk menghancurkan sumber dayanya.
Serangan tersebut juga dianggap sebagai manuver tangan-tangan dengki terhadap negeri tauhid yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tersesat dan menyimpang.
“Sesungguhnya aksi teror yang dilancarkan di bulan berkah ini, bulan kebaikan, puasa dan qiyamullail, bulan Alquran dan kekhusyuan merupakan bukti nyata kesesatan manhaj (cara hidup) para oknum ini, yang mana mereka tak mempertimbangkan kesucian waktu, serta kehormatan hak dan maslahat sama sekali,” ,” kata Syeikh Assudais, Rabu.
“Mereka tak memperhatikan agama Allah, tidak mengindahkan batasan Allah, melanggar perjanjian yang syari dan kesepakatan negara yang mengecam tindakan jahat ini,” kata Syeikh Assudais.
Dia juga mengungkapkan penghargaan yang tinggi untuk para petugas yang bertindak cepat dan sigap dalam menjaga keamanan negeri dan segenap penduduk, serta memelihara maslahat agama dari serangan siapapun yang bermaksud mengacaukan keamanan dan stabilitas Arab Saudi.[Tp]