Warga di Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya diimbau mewaspadai ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan setempat, Andjar Hari P di Palangka Raya, Kamis (1/3/18).
Dirinya tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Dimana dua warga Palangka Raya meninggal akibat DBD.
“Wilayah ini masuk kategori endemi DBD dan agar mewaspadai penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk aedes ini,” kata Plt Kadiskes.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya selama periode 2017 tercatat 160 warga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini yang positif DBD.
Sementara dari awal hingga pertengahan Januari 2018 tercatat empat warga yang positif DBD.
Untuk itu, Andjar mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PBHS), melaksanakan gerakan masyarakat sehat (Germas) serta melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Menurut dia, upaya tersebut bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti rajin menguras tempat penampungan air, selalu melaksanakan program 3M yakni menutup tempat penampungan air dan mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
Dia menambahkan, Dinas Kesehatan melalui puskesmas juga telah menyiapkan bubuk abate yang bisa diperoleh secara gratis oleh masyarakat.
“Masyarakat juga agar aktif melakukan upaya antisipasi penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan minimal di lingkungan keluarga,” katanya.
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu pilar utama dan sebagai salah satu strategi paling efektif dalam memastikan masyarakat di kota Provinsi Kalteng ini selalu sehat. [ant]