Denpasar – IKA UNS Pusat melantik kepengurusan IKA UNS Bali periode 2018-2022 di bawah komando sebagai Ketua, Wayan S. Yana dan Sekretaris, Yudhi Sasongko. Yana mengatakan bahwa saat ini pihaknya memiliki ratusan anggota yang tersebar dalam berbagai profesi dan seantero Pulau Dewata.
“IKA UNS Bali beranggotakan alumni UNS dari semua fakultas dan disiplin ilmu. Para anggota sementara berjumlah sekitar seratusan alumni yang berkiprah di berbagai pada berbagai sektor. Sebenarnya jumlah yang ada lebih dari 300 orang ya. Tapi yang terdaftar resmi baru seratusan saja,” paparnya di sela-sela pelantikan IKA UNS Bali di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, Minggu (11/3/2018).
Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya juga bertekad untuk dapat memberikan karya nyata bagi Bali, salah satunya dengan membuat wadah usaha bersama. Pasalnya, menurutnya saat ini dirasa cukup kurang minat para sarjana khususnya di kalangan muda yang ingin terjun sebagai wirausaha.
“Ya itu secara tidak langsung seperti itu. Karena kebanyakan sarjana-sarjana di Indonesia ini masih kurang di wirausaha,” paparnya.
Sementara, terkait dengan kerasnya tensi pada Pilkada Serentak 2018, termasuk Pilgub Bali 2018 menjadi perhatian Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) Bali. Ia menegaskan kembali sikap netralitas IKA UNS di Pilkada Serentak 2018 sebagai salah satu organisasi paguyuban intelektual di Bali.
“Intinya IKA UNS di Bali itu non partisan, itu konsepnya,” katanya.
Pilihan netralitas tersebut diambil oleh para oleh para alumnus UNS dikarenakan organisasi tersebut merupakan organisasi persaudaraan para alumni yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk pandangan politik. “Ini kan organisasi kumpul-kumpul kita sebagai alumni UNS ya, kalau soal itu kawan-kawan alumni untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya,” papar alumnus Fakultas Teknik UNS ini.
Walaupun begitu, pihaknya mendorong seluruh masyarakat Bali, para alumni UNS dan kaum muda agar menjauhi praktik golput pada saat coblosan di 27 Juni 2018 mendatang. Pasalnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pembangunan demokrasi di Pulau Dewata selama lima tahun ke depan.
“Ya jangan golput ya, satu suara sangat berarti dalam demokrasi,” akunya.
Sementara, Sekjen IKA UNS Pusat, Bambang Dwi Wahyudi mengatakan bahwa IKA UNS baru saja terbentuk di Bali. Padahal, jumlah alumni yang ada di Indonesia berjumlah 170 ribu.
“UNS itu ada 170 ribu alumni itu mulai ketua OJK sampai ketua komisi Informasi DPR RI, Gubernur Riau, Dirjen Dukcapil, Dirut Adhi Karya yang juga Ketua IKA, Jaksa Agung Muda juga ada, ini baru gambaran salah satu bakti kita ke bangsa,” katanya.
Ia juga berharap dengan terbentuknya IKA UNS Bali ini dapat menjadi pemicu untuk merajut kembali persaudaraan dan almamater. Selain itu, ia juga menargetkan pada akhir tahun 2018 ini seluruh Indonesia sudah terbentuk kepengurusan IKA UNS.
“Kita merajut yang terpisah untuk memajukan alumni sendiri dan almamater. Kita juga secara nasional menargetkan akhir 2018 sudah terbentuk di seluruh nasional,” tutupnya. (Made Ariawan)