Medan – Munculnya pasangan calon independen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Deliserdang, Sumatara, terkesan terus dihadang berbagai pihak. Setelah pasangan Sofyan Nasution-Jamilah berhasil memenangkan gugatan sebelumnya terkait pemenuhan jumlah KTP pendukungnya, kini jelang verifikasi faktual yang digelar KPU hari ini, Minggu (4/3) kembali muncul black campaign yang bernada hasutan.
Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Sofyan-Jamilah yang didukung ratusan ribu orang itu, kini kembali mulai diserang kampanye hitam oleh orang tidak dikenal, dengan menebarkan spanduk bernada hasutan yang terkesan mengintimidasi warga di sejumlah titik-titik strategis di Kabupaten Deli Serdang.
Menurut tim sukses pasangan Sofyan-Jamilah, ditengarai ada pihak yang menggerakkan sejumlah orang tak dikenal untuk menebar spanduk hasutan jelang verifikasi faktual. Bahkan, Sofyian Nasution sendiri menyatakan sudah ada indikasi untuk mulai menakut-nakuti warga.
“Ada ancaman dan intimidasi, agar warga tidak menghadiri verifikasi faktual,” ujarnya, Sabtu (3/3) lalu, seraya berharap media dan masyarakat umumnya turut mengawasi jalannya verifikasi faktual.
“Ini penting untuk masa depan demokrasi Deliserdang yang lebih baik, Saya juga berharap Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Deliserdang bisa mengawasi proses verifikasi faktual dengan ketat,” harapnya.
Untuk menghadapi proses verifikasi faktual hari ini, Soyan mengaku telah memandatkan tak kurang dari 1000 orang personil tim suksesnya, untuk membantu mengirimkan undangan kepada masyarakat sesuai data B1 KWK yang dimilikinya.
Hingga berita ini diturunkan proses verifikasi faktual yang digelar KPU masih belum diketahui persis hasilnya, apakah pasangan Sofyan-Jamilah akan kembali maju di ajang Pilkada Kabupaten Deliserdang atau justru berhenti sesuai keinginan lawan-lawan politiknya. (pri)