Debat Pilgub Jabar: Asyik Tanya Kenapa Pohon Pake Kain? Begini Jawaban Dedi

by Administrator -
Debat Pilgub Jabar: Asyik Tanya Kenapa Pohon Pake Kain? Begini Jawaban Dedi

Telusur.co.id

Bandung – Ada dialog menarik dalam sesi tanya jawab antar pasangan pada acara Debat Publik Pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat, pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) menanyakan soal kebijakan Dedi Mulyadi yang membuat kebijakan memasang kain pada pohon-pohon di Purwakarta.

“Saya melihat di kota Purwakarta banyak sekali pohon-pohon itu yang ditutup dengan kain, kenapa seperti itu?” tanya Ahmad Syaiikhu, Senin (12/3) malam, dalam Debat Pilgub Jabar yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, ITB, Bandung.

Pertanyaan menohok itu, disampaikan Syaikhu awalnya seputar soal ekonomi namun dikaitkan dengan lingkungan, namun dengan santai Dedi Mulyadi menjawabnya dan menyampaikan alasan kenapa di Purwakarta pohon di kasih kain.

“Pohon dikasih kain, maka tidak ada yang paku, tidak akan ada yang bikin iklan dipasang disitu, lebih mulia pohon dikasih kain dibanding pohon dipakuin dipasangi iklan ‘sedot tinja’,” jawab Dedi.

Ilmu lingkungan kata Dedi mengajarkan proses perlindungan. Proses memuliakan pohon yang telah memberikan energi bagi lingkungan, memberikan air melalui proses penyerapan di bawahnya, kemudia memberikan oksigen di atasnya.

“Maka menyarungi pohon adalah bagian dari budaya memuliakan pohon, yang derajatnya lebih tinggi dengan orang yang merusak dan menebang pohon dimana-mana,” tegas Dedi.

Konsepsi itu menurut Dedi adalah bagian dari strategi yang diajarkan dari sistem kebudayaan kita. Dicontohkan Dedi kebudayaan kita mengajarkan jika pohon petai ingin berbah banyak, maka ikatlah dengan tali yang terbuat dari bambu. Pohon yang diberi kain jauh lebih utama dibanding pohon ditebang dirusak hanya demi kepentinan ekonomi semata.

Syaikhu kembali menanggapi, menurutnya hal ini sangat ironis. “Pada satu sisi pohon diberi kain, sementara anak-anak itu kekurangan kain sampai mereka tak pakai celana, ini sangat ironis,” sanggahnya seraya menegaskan bagaimana mungkin memuliakan pohon sementara manusia tidak dimuliakan.

“Oleh karena itu bagi pasangan kami kebijakan ini kurang tepat, apalagi kalau ini diberlakukan di Jawa Barat, berapa banyak pohon yang harus diberi kain, akhirnya tentu kekurangan kain. Karena itu pemuliaan terhadap manusia lebih utama dibanding pemuliaan terhadap pohon,” tegas Syaikhu.

Mendapat sanggahan seperti itu Dedi pun kembali menjawab dengan tegas. Dedi membantah bahwa di Purwakarta ada anak-anak yang tidak punya kain. Setiap hari Jumat anak-anak di Purwakarta ke sekolah membawa kain sarung dan hampir semuanya memiliki sarung yang baik.

“Yang pertama, adalah tunjukkan bahwa di Purwakarta ada anak-anak yang tidak kebagian kain, yang kedua tidak ada relevansi antara meletakan kain di pohon di Purwakarta dengan kebijakan di Provinsi Jawa Barat. Karena Gubuernur dan Wakil Gubernur tidak mungkin hanya pohon, dia mengurusi kebijakan anggaran menyeluruh di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat,” tandasnya.

Komentar

Artikel Terkait