Bekasi – Mengapresiasi keuletan rakyat kecil pelaku ekonomi di sektor informal, Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur dari pasangan No.4 di Pilkada Jabar, bertekad kedepan hadirkan pemerintah Provinsi Jabar di tengah persaingan ekonomi nasional yang semakin berat.
Disebutkan Dedi Mulyadi disela-sela kunjungannya ke pasar baru H.Malik Warung Bongkok Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pemerintah harus hadir menata usaha mikro rakyat kecil menjadi sebuah kekuatan ekonomi nasional baru.
“Di setiap daerah di sudut-sudut jalan, di sela-sela pasar pasti kita menemukan pedagang rokok dan minuman ringan yang nyempil, atau di kalau sore hari kita menemukan pedagang mie rebus atau bubur kacang, itu adalah ekonomi yang bergerak yang dikomandani oleh orang-orang Kuningan. Itu nyebar di seluruh Indonesia,” ungkap Dedi, Kamis (8/3) di depan sebuah kios kecil yang terselip di bawah tangga Pasar Bongkok, Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, tak hanya warga Kuningan saja, ratusan ribu rakyat Jawa Barat lainnya yang terjun menjadi pedagang kecil di sektor informal akan bisa menjadi sebuah kekuatan ekonomi kreatif baru, dengan catatan pemerintah hadir di tengah-tengah mereka.
Pernyataan yang sama kembali diulangi Dedi saat berada di dalam kios super sempit milik seorang pedagang rokok asal Kuningan Jawa Barat. Saking sempitnya, untuk berdiri tegak saat melayani pembeli pun tak bisa, pedagang itu harus tetap membungkuk saat melayani pembeli.
“Bayangkeun, ngaladangan oge kudu bari bongkok kieu (bayangkan, melayani pembeli juga harus membungkuk begini : red),” ujar Dedi sambil memperagakan posisi berdiri pedagang di hadapan sejumlah media.
Begitupun, Dedi memberikan apresiasi yang tinggi atas keuletan mereka ini, karena tetap bisa survive hingga mampu mengirimkan uang kepada keluarganya kampung halamannya di Kuningan. Bahkan menurutnya, setiap tahun di desanya mereka mampu menggelar tradisi budaya pementasan wayang golek setiap habis lebaran dari hasil usahanya.
“Meski keadaannya disini seperti ini, tapi di kampungnya mereka ini punya tanah dan rumah yang bagus. Di Kuningan itu pembangunan rumah tertata bagus dan rapih, ini salah seorang yang berperan besar menyumbang ekonomi Kuningan,” ujar Dedi seraya memeluk pedagang rokok dan menunjukkan ke arah kamera yang menyiarkan langsung via jejaring sosial dalam kunjungannya kali ini.
Menurut Dedi, pemerintah perlu menata para pegang asal Jawa Barat ini, dengan melakukan sinergi kerjasama antara Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota, termasuk kerjasama dengan Pemprov DKI untuk memperhatikan mereka yang berdagang di wilayah ibukota.
“Ini sebuah kekuatan baru ekonomi kreatif, pemerintah perlu membantu mencarikan tempat usaha yang lebih layak, termasuk menata tempat berjualannya dengan disain yang khas. Sehingga menjadi ciri inilah warung warga Jawa Barat,” pungkas Dedi. (pri)