telusur.co.id - Keputusan Pihak WTA yang menggelar Turnamen pada 3 Agustus masih dapat berubah. Hal itu disebabkan jika menjauh dari rencana
Demikian diungkap Chief Executive WTA, Steve Simon seperti dilansir Reuters, Sabtu, (25/7/20)
“Turnamen itu akan digelar, kecuali pada menit-meniat terakhir, kami menerima informasi dari pihak pemerintah atau ahli medis setempat,” ucapnya.
Menurut dia Turnamen merupakan momen yang sangat penting bagi dunia olah raga. Namun, jika menjauh dari apa yang diharapkan, akan sangat merugikan semua pihak.
“Yang pasti, ada banyak kerja keras yang telah dilakukan pihak turnamen untuk bisa membawa kita sampai ke fase ini. Jadi, kita akan memasukinya dengan penuh harapan. Dan mudah-mudahan kami telah menemukan solusi yang akan mengizinkan tenis untuk digelar dalam situasi seperti ini,” katanya.
Saat ini, kata Simon, tantangan yang dihadapi dunia tenis dan paling dipertimbangkan adalah bepergian secara global.
Namun, ia yakin bahwa keseimbangan adalah kunci dan jika keseimbangan tersebut mulai berjatuhan, aksi yang drastis akan diambil.
“Dan kita harus mendapatkan keseimbangan. Kita seharusnya berusaha mendapatkan pekerjaan dan peluang sebanyak mungkin bagi banyak orang sehingga kita bisa melanjutkan olahraga ini,” ungkap dia.[fh]