Madrid tersingkir dari ajang Copa del Rey usai menelan kekalahan 2-1 kontra Leganes. Hasil ini menambah panjang deretan catatan kurang maksimalnya performa mereka musim ini, yang meliputi peringkat empat klasemen sementara La Liga, tertinggal 19 poin dari Barcelona yang berada di puncak.
Dalam 18 laga pada seluruh kompetisi yang dihelat di Santiago Bernabeu, mereka hanya mampu memenangkan sembilan laga, empat berakhir dengan kemenangan, sementara sisanya diakhiri dengan hasil imbang.
Bagaimanapun juga, eliminasi dari Copa del Rey usai ditaklukkan tim yang sebelumnya belum pernah merasakan kemenangan di Bernabeu sepanjang sejarah mereka, merupakan sebuah kemunduran besar bagi Los Merengues. Terlebih, mereka melangkah menuju laga ini berbekal keunggulan 1-0.
“Ini kegagalan total. Memalukan dan momen terburuk saya sebagai seorang pelatih,” ujar Zidane dilansir beinsport.com.
“Meski demikian, saya tidak menyesali apapun yang saya lakukan pada laga tersebut. Saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Dari menang 1-0 pada leg pertama, dan tampil seperti ini sungguh buruk. Untuk itu, saya merasa marah. Saya tidak tahu apa yang terjadi.”
Zidane mengakui nasib Real musim ini akan bergantung pada perjumpaan dengan Paris Saint-Germain dalam fase 16 besar Liga Champions, begitu pula dengan masa depannya.
“Ya, itu jelas,” jawab sang pelatih saat ditanya apakah masa depannya bergantung pada laga tersebut.
“Saya bertangung jawab atas hal ini, saya bosnya. Saya harus menemukan solusi. Kami telah menemukan sebagian dari itu, namun belum cukup konsisten. Saya harus bertanggung jawab, dan saya akan selalu berjuang.” ( red )