Lin Dan dan Pepatah 'Tak Ada Gading yang Tak Retak'

Lin Dan dan Pepatah 'Tak Ada Gading yang Tak Retak'
Reuters

telusur.co.id - Pebulutangkis legendaris asal China, Lin Dan telah memutuskan untuk gantung raket. Sepanjang 20 tahun kariernya sebagai pemain profesional, beragam gelar prestisius telah diraih pria kelahiran Longyan, Fujian itu.

Mulai dari dua medali emas Olimpiade (2008 dan 2012), lima gelar Juara Dunia (2006, 2007, 2009, 2011 dan 2013), serta enam gelar juara turnamen tertua di dunia, All England (2004, 2006, 2007, 2009, 2012 dan 2016).

Legenda berjuluk Super Dan itu juga turut membantu Negeri Tirai Bambu menjuarai Piala Thomas sebanyak enam kali (2004, 2006, 2008, 2010, 2012 dan 2018) serta lima kali juara Piala Sudirman (2005, 2007, 2009, 2011 dan 2015).

Namun, dari serangkaian gelar mentereng yang didapatkan pria kelahiran 14 Oktober 1983 itu, medali juara Indonesia Open rupanya menjadi medali juara prestisius yang hilang dari lemari juara Lin Dan.

Prestasi terbaik Lin Dan di ajang Indonesia Open adalah menjadi semifinalis di tahun 2004. Saat itu Lin Dan kalah rubber set dari legenda Indonesia, Taufik Hidayat dalam pertandingan yang masih menggunakan sistem poin 15 (15-5, 5-15, 11-15).

Lin Dan sendiri memang tidak terlalu rutin mengikuti ajang Indonesia Open. Dari 20 tahun karier profesionalnya, Lin Dan hanya 10 kali mengikuti turnamen.

Malahan meski mengikuti turnamen dalam lima tahun terakhir, suami dari mantan juara dunia tunggal putri China, Xie Xingfang itu tak pernah sukses melewati babak kedua. Tahun 2019 lalu, Lin Dan takluk dari tunggal Taiwan, Chou Tien Chen 22-24, 21-17, 13-21.

Karier Lin Dan memang berakhir tanpa gelar Indonesia Open. Walau begitu, layaknya pepatah "Tak Ada Gading yang Tak Retak", hampir semua legenda bulutangkis pun selalu ada saja kurangnya dalam koleksi gelar prestisius.

Sebelumnya, legenda Malaysia, Lee Chong Wei yang mundur di tahun 2019 lalu belum pernah merebut gelar Juara Dunia dan medali emas Olimpiade, meski pernah tiga kali menjuarai All England dan enam kali juara Indonesia Open.

Di Indonesia, Taufik Hidayat saat gantung raket sebagai pemain profesional belum pernah meraih satupun gelar All England, meski Taufik telah meraih medali emas Olimpiade (2004) dan Juara Dunia (2005).

Mundur beberapa tahun sebelumnya, pemain ganda putra Rexy Mainaky yang sudah mengoleksi medali Olimpiade, Asian Games, Juara Dunia, hingga All England, juga koleksinya tidak sempurna lantaran belum pernah meraih medali emas SEA Games.

Lalu peraih medali emas Olimpiade pertama Indonesia, Susy Susanti juga tidak pernah meraih medali emas Asian Games walau turut membantu tim Indonesia meraih Piala Uber (1994 dan 1996) serta Piala Sudirman (1989). [Zal]

Komentar

Artikel Terkait