telusur.co.id - Kompetisi lanjutan sepakbola Italia belum jelas kapan akan dimulai. Sebab, klub-klub sepak bola profesional Italia ini masih bertengkar mengenai aturan medis pemerintah untuk menangani virus corona.
Aturan yang menjadi masalah adalah jika seorang pemain positif, maka seluruh regu harus dikarantina selama 14 hari. Klub-klub berpendapat bahwa mengisolasi pemain yang terlibat akan cukup menguras waktu.
"Jelas bahwa ini tidak akan memungkinkan kami untuk menyelesaikan kejuaraan pada bulan Agustus karena, jika ada 2-3 yang terinfeksi dalam satu atau dua tim, semuanya akan diblokir secara sistematis selama beberapa minggu," kata presiden Cagliari Tommaso Giulini kepada Radio Super Suara.
Klub-klub juga menentang mengenai ketentuan bahwa masing-masing regu, termasuk pelatih dan staf cadangan, menjalani kamp pelatihan di isolasi lengkap sebelum liga dimulai kembali. Mereka mengatakan ini akan menciptakan masalah logistik yang sangat besar.
Direktur teknis Udinese Pierpaolo Marino mengatakan ketidakpastian telah membuat tanggal mulai 13 Juni tidak realistis dan bahwa lebih banyak waktu pelatihan diperlukan.
"Itu akan menjadi kegilaan bagi para pemain dan klub," katanya kepada Rai.
“Kami masih belum tahu apakah mulai besok kami bisa berlatih berkelompok atau sendiri-sendiri, karena pedoman saat ini tidak sepenuhnya berlaku. Jika liga dilanjutkan pada 13 Juni, akan ada risiko cedera yang sangat tinggi."
Sebelumnya, Inter Milan mengatakan bahwa seluruh skuad dan staf telah memberikan hasil negatif dalam putaran tes terbaru.
"Semua hasil dari tes medis hari Jumat pada para pemain klub, staf pelatih, staf manajemen dan sisanya dari kelompok tim telah kembali sebagai negatif," kata klub. [ham]