telusur.co.id - Mimpi Lazio meraih gelar Scudetto pertama dalam 20 tahun terakhir mulai pudar. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (11/7/2020), tim asal ibukota itu menelan kekalahan 1-2 dari tamunya, Sassuolo.
Ini merupakan kekalahan ketiga beruntun untuk Lazio. Setelah Serie-A musim 2019/2020 dilanjutkan pada Juni pasca terhenti tiga bulan karena pandemi COVID-19, Lazio telah menelan 4 kekalahan dalam 6 pertandingan terakhir.
Walau masih berada di peringkat 2 klasemen sementara dan Serie-A musim ini masih menyisakan 6 pertandingan lagi, jarak mereka dengan juara bertahan Juventus kini melebar menjadi 8 poin. Padahal sebelum COVID-19, mereka hanya berjarak 1 poin dengan Juve.
Terkait peluangnya meraih gelar juara musim ini, pelatih Lazio Simone Inzaghi mulai berpikir realistis. Secara tidak langsung, dirinya menyiratkan Lazio akan mengalihkan targetnya ke finis di zona Liga Champions.
"Berbicara tentang Scudetto selalu sedikit sulit dan kita harus melihat realita yang terjadi," kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia seperti dilansir dari AFP.
"Itu tidak berarti kita akan menyerah. Jika pada musim depan kami bermain di Liga Champions, kami akan dapat merotasi skuad lebih banyak," ucap pelatih berusia 44 tahun itu.
Dalam laga melawan Sassuolo, Lazio justru lebih banyak tertekan. Statistik pertandingan mencatat mereka hanya menguasai 38 persen penguasaan bola dan hanya membukukan 1 tendangan ke arah gawang, berbanding 4 milik tim tamu.
Sasuollo sempat mencetak gol lewat Giacomo Raspadori di menit 8, sebelum dianulir wasit karena offside. Lazio unggul di babak pertama lewat kaki Luis Alberto (33').
Raspadori akhirnya mencetak gol di menit 52. Tuan rumah semakin gigit jari usai mereka kebobolan di menit 90 lewat gol dari Francesco Caputo.
Di pertandingan lainnya, dua gol penalti dari Cristiano Ronaldo menyelamatkan Juventus dari kekalahan. Si Nyonya Tua bermain imbang 2-2 dari tim kuda hitam Atalanta yang kini menduduki peringkat tiga Serie-A dengan koleksi 67 poin, hanya terpaut 1 poin dari Lazio. [Thomas Rizal]