Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane akan melakukan perjudian besar jika tidak memasang Gareth Bale ke dalam starting line up, saat kontra Liverpool, di final Liga Champions, Minggu (27/5/18) dini hari.
Hal itu sebagaimana diutarakan Manajer Tim Nasional Wales, Ryan Giggs, kepada Sky Sports, Sabtu (26/7/18).
Menurut eks Kapten Manchester United itu, Bale adalah pemain yang bisa membuat perbedaan di pertandingan besar.
Hal itu, lanjut Giggs, pernah dibuktikan Bale di final 2014, ketika ia mencetak gol kunci kala Real Madrid berhadapan dengan Atletico Madrid.
“Ia (Bale) bisa melakukan hal-hal yang spesial, dan mencetak banyak gol,” kata Giggs.
“Tentu, Real memiliki banyak pemain bagus, tapi dari sudut pandang saya, Bale akan selalu ada di dalam tim utama saya.”
Diketahui, Final Liga Champions musim ini, yang akan dihelat di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, 26 Mei atau 27 Mei WIB, mempertemukan Liverpool dengan Real Madrid.
Gareth Bale speaks
to coach Real Madrid
Zinedine
Zidane/Reuters
Gareth Bale speaks to coach Real Madrid Zinedine Zidane/Reuters
Rekor Pertemuan Di Liga Champions
Tentu saja ini bukan pertemuan pertama kedua klub di lapangan hijau. Dalam pertemuan keduanya, Liverpool memiliki rekor pertemuan yang bagus saat lawan Madrid.
Liverpool dan Madrid sudah lima kali bertemu di turnamen level elite antarklub Eropa ini. Dengan empat di antaranya terjadi di era Liga Champions, dan satu laga lainnya di Piala Champions.
Keunggulan Liverpool diraih pada tiga pertemuan awal dengan Madrid. Liverpool kali pertama menghadapi Madrid di final Piala Champions musim 1980-1981.
Dalam pertandingan di Stadion Parc des Princes, Paris, itu Liverpool menang 1-0 atas Madrid melalui gol dari Alan Kenedy pada menit ke-82.
Kemenangan itu membawa Liverpool meraih trofi Liga Champions ketiganya. Sedangkan Madrid gagal meraih trofi keenam.
Setelah 28 tahun kemudian, kedunya kembali dipertemukan di Liga Champions musim 2008-2009, sekaligus menjadi pertandingan kedua dan ketiga Liverpool melawan Madrid.
The Reds pun sukses menghentikan langkah Madrid di babak 16 besar Liga Champions 2008/2009 dengan kemenangan tandang dan kandang sekaligus.
Madrid dipermalukan Liverpool 0-1 di Santiago Bernabe. Di leg kedua di Stadion Anfield, Liverpool meraih kemenangan telak 4-0 atas Madrid.
Namun rapor positif Liverpool atas Madrid terhenti pada musim 2014/2015. Giliran Los Blancos yang dua kali menang atas Liverpool.
Dua pertandingan itu terjadi di Grup B Liga Champions 2014/2015. Dalam pertemuan pertama musim tersebut di Anfield, Madrid menang 3-0. Performa apik Madrid itu pun berlanjut saat menjamu Liverpool di Stadion Santiago Bernabeu dengan kemenangan 1-0.
Pertandingan final di Kiev nanti juga bisa menjadi penentu apakah Madrid bisa menyamakan ‘skor’ menjadi 3-3 dengan Liverpool atau tidak. Atau sebaliknya, Liverpool yang melanjutkan dominasi mereka atas Madrid di kompetisi Eropa dengan keunggulan 4-2. [ipk]