telusur.co.id - Jelang start balapan perdana Formula 1 (F1) 2020 di GP Austria, Minggu (5/7/2020), para pembalap mengirimkan pesan dukungan mereka terhadap perang melawan rasisme.
Asosiasi pembalap Grand Prix (GPDA) menyatakan jika para pebalap telah menggelar pertemuan virtual untuk membahas bagaimana cara terbaik dalam menerjemahkan dukungan kolektif mereka di trek Red Bull Ring nanti.
"Semua 20 pebalap bersatu dengan tim mereka melawan rasisme dan prasangka, di waktu yang sama merengkuh prinsip keberagaman, kesamaan dan inklusi serta mendukung komitmen Fomula 1 untuk hal ini," tulis GPDA seperti dikutip Reuters.
GPDA memberi kebebasan kepada para pebalap untuk bagaimana mereka menunjukkan dukungannya. Pembalap Prancis, Romain Grosjean mengungkapkan kepada media jika ia akan berlutut sebelum lomba.
"Saya tadinya tidak terlalu senang berlutut, tapi setelah saya membaca lebih banyak tentang itu dan sekarang saya tahu itu adalah gerakan sportif untuk menunjukkan kalian melawan rasisme dan itu tidak terkait dengan gerakan politis apapun. Jadi secara pribadi saya akan berlutut," kata pembalap dari tim Haas itu.
Pembalap Mercedes yang merupakan juara dunia enam kali, Lewis Hamilton juga menyisipkan tulisan "Black Lives Matter" di helmnya. Hal ini juga diikuti pembalap Ferrari sekaligus juara dunia empat kali, Sebastian Vettel.
Hamilton menjadi salah satu pebalap yang vokal menyuarakan dukungannya terhadap perang melawan rasisme dan mendorong keberagaman. Pria Inggris ini turut turun ke jalanan London mengikuti aksi damai "Black Lives Matter" yang menyoroti kematian George Floyd, pria kulit hitam Amerika Serikat yang tewas karena kebrutalan polisi di Minneapolis.
Musim ini Hamilton akan membalap menggunakan Mercedes W11 yang dibalut livery hitam, sebagai salah satu komitmen tim dalam isu yang sama. Tulisan "End Racism" juga terpampang di bagian Halo mobil Mercedes.
"Suara kita sangat kuat dan jika kita membawanya bersama kita bisa memiliki dampak yang sangat besar," ucap pembalap berusia 35 tahun itu. [Zal]