Edy Rahmayadi Contoh Baik Buat Pimpinan Lembaga Negara Yang Rangkap Jabatan

Edy Rahmayadi Contoh Baik Buat Pimpinan Lembaga Negara Yang Rangkap Jabatan

Telusur.co.id - Dukungan terhadap Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi untuk melepaskan kursi kekuasaannya di tubuh PSSI mendapat apresiasi dari banyak pihak.

Salah satunya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Bahkan, ia menilai langkah Edy sangat tepat.

“Baguslah,” kata Fahri kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (22/1/19).

Fahri menduga, mundurnya Edy sebagai Ketum PSSI karena teringat pesan Presiden Joko Widodo agar dipemerintahannya tidak ada yang rangkap jabatan.

“Pak Jokowi juga mengatakan, tidak boleh rangkap jabatan. Mungkin Pak Edy masih ingat pesan Pak Jokowi, agar tidak rangkap jabatan. Makanya dia mundur,” kata Fahri.

Selain itu, Politikus PKS ini juga menyebut sikap Edy patut dicontoh oleh semua pejabat negara yang apabila sampai saat ini masih ada yang rangkap jabatan.

“Yang penting Pak Edy kasih contoh tidak rangkap jabatan.”

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menghargai keputusan Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI.

Ia yakin mundurnya Edy merupakan keputusa sendiri tanpa ada tekanan apapun, termasuk politik.

Keputusan Edy mundur, lanjutnya, perlu diapresiasi karena yang bersangkutan akhirnya bisa fokus mengurus masyarakat Sumatra Utara.

“Kita apresiasi. Terutama karena beliau di Sumut ada beberapa persoalan-persoalan yang mungkin harus menuntut dedikasi. Dia juga punya beberapa inovasi atau gagasan. Itu mungkin keputusan yang sudah dipikirkan matang,” kata dia.

Diketahui, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketum PSSI.

Keputusan itu ia sampaikan saat Kongres PSSI di Bali. Edy bahkan menyatakan telah gagal menjalankan tugas sebagai Ketum PSSI. Edy mengaku gagal mewujudkan prestasi Timnas Indonesia, kemudian disusul banyak kasus rumit yang mendera PSSI. [ipk]

Komentar

Artikel Terkait