Telusur.co.id - Permintaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Jokowi agar diberi jatah menteri lebih dari empat kursi pada kabinet jilid II, merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, Jokowi merupakan kader PDIP.
Demikian disampaikan oleh pengamat politik Hendri Satrio kepada telusur.co.id, Jumat (9/8/19).
"Biarin aja (Megawati minta jatah kursi menteri lebih banyak), wajar aja (PDIP antar Jokowi jadi presiden dua periode)," kata Hensat, sapaan karibnya.
Permintaan Megawati mengenai kursi menteri lebih dari empat pada pembukaan kongres ke-V PDIP, kemarin, ditanggapi oleh Ketum NasDem Surya Paloh.
Paloh menyindir, berkoalisi dan mendukung pemerintah itu harus ikhlas tanpa meminta-minta jatah kursi. NasDem sepenuhnya menyerahkan soal jatah menteri kepada Jokowi.
“Nasdem tidak ada minta-minta. Jadi saya harus lempeng (luruskan), tidak pernah kami minta-minta kursi itu,” kata Paloh.
Terkait itu, Hensat beranggapan, sebenarnya Paloh tak perlu terlalu jauh membuat statement seperti itu. Sebab, NasDem sudah menyatakan sikap mendukung tanpa syarat. Sedangkan PDIP, kata dia, merupakan partainya Jokowi dan juga pemenang Pemilu 2019.
"Menurut saya, Surya Paloh nggak perlu ngomentari terlalu jauh. Surya paloh sudah bilang bahwa dia mendukung Jokowi tanpa syarat sementara Megawati, Jokowi kan kadernya dia," imbuh Hensat.
"Jadi, nggak apa-apalah Megawati minta-minta. Jadi Surya Paloh emang nggak boleh minta, dia sudah berjanji mendukung Jokowi tanpa syarat," tukas Hensat.[Tp]
Laporan: Tio Pirnando