telusur.co.id - Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah menyarankan agar tes kolektif virus corona terhadap anggota DPR dan keluarganya dibatalkan.
"Tes kolektif untuk anggota DPR dan keluarganya gak perlu lah. Malu rek!" tegas Luluk melalui media sosialnya @lulukhamidah, Senin.
Menurut Luluk, saat ini banyak pihak yang berhak dan lebih urgen untuk diprioritaskan dalam mendapatkan tes terhadap virus corona yang menyebar di Indonesia.
"Ada yang jauh lebih berhak untuk diprioritaskan saat ini, terutama dokter dan petugas paramedis serta mereka yang rentan," jelasnya.
Luluk yang saat ini menjabat anggota Komisi IV DPR mengakui jika anggota DPR bisa melakukan tes secara mandiri di rumah sakit yang telah difasilitasi oleh alat tes corona.
"Alhamdulilah, sore tadi (Senin 23/3) saya lakukan tes mandiri Covid 19 di salah satu RS rujukan Corona di Kota Surakarta," bebernya.
Sebelumnya, Sekjen DPR Indra Iskandar mengakui ada 2 ribu orang yang akan mengikuti rapid test terhadap anggota DPR.
Jumlah itu, dijelaskan dia, meliputi 575 anggota dikali 4bkeluarga, maka rata-rata sekitar di atas 2 ribu keseluruhan dengan pembantu dan driver.
"Kami baru menunggu alatnya, besok baru sampai di DPR. Jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini," lanjut dia. [ham]