Survei Parameter Politik Indonesia: Publik Antusias Sambut Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Survei Parameter Politik Indonesia: Publik Antusias Sambut Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

telusur.co.id -  Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia mengumumkan hasil surveinya terkait isu terbaru berkenaan dengan isu pelantikan dan akan bergabungnya Prabowo Subianto ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, dari survei yang dilakukan lembaganya, publik antusias menyambut pelantikan Jokowi-Ma'ruf Ami dengan penuh riang dan gembira. Presentasi kegembiraan itu mencapai 74,6 persen. Karena mayoritas merasa pemilu sudah usai, pemilu bukan ajang perang ideologi, dan hidup harus kembali normal.

"Antusiasme publik menyambut pelantikan Jokowi ternyata tak berbanding lurus dengan isu Prabowo yang agresif ingin merapat ke kolam koalisi Jokowi. Publik yang menyatakan tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi mencapai 40,5 persen, dan yang setuju 32,5 persen, sementara yang tak menjawab 27,0 persen," kata Adi saat rilis survei di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/19).

Adi menjelaskan, publik yang tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi justru terjadi di basis pemilih Jokowi dan Prabowo itu sendiri. Itu artinya, pendukung Jokowi dan Prabowo sama-sama tak rela jika Prabowo merapat ke Jokowi. Begitupun sebaliknya, banyak yang tak rela Jokowi merangkul Prabowo.

"Alasan tidak setuju keduanya berkoalisi, karena masih ada yang menganggap pemilu curang, Prabowo harus konsisten sebagai simbol oposisi, termasuk tudingan Jokowi anti Islam. Alasan setuju karena pemilu sudah usai dan menginginkan adanya kinerja baik dari pemerintah," ucapnya.

"Bahkan ada juga yang berpendapat bergabungnya Prabowo ke Jokowi akan menguatkan pemerintah 5 tahun mendatang," kata dia.

Adi menjelaskan, Parameter Politik Indonesia melakukan survei nasional dengan wawancara tatap muka (face to face interview), pada 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel 1000 responden yang dipilih secara acak di 34 Provinsi. Adapun metode yang dilakukan melalui metodologi stratified multi stage random sampling dengan margin of error 3,1 Persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaring aspirasi publik. Terutama soal evaluasi dan harapan publik terhadap Jokowi yang akan dilantik kembali sebagai Presiden RI. Sebab, salah satu kekuatan Jokowi selama ini ialah dukungan publik yang berlimpah.  [asp]


Laporan : Fahri Haidar
 

Komentar

Artikel Terkait