telusur.co.id - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan aspirasi Koalisi Kawal Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendesak mengevaluasi dua anggota dan Ketua panitia seleksi (Pansel) Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, Hendardi dan Yenti Garnasih.
Ketiga figur ini, diungkapkan Fadli diduga memiliki konflik kepentingan terhadap proses seleksi pimpinan KPK. "Itu masukan dari masyarakat, perlu didengarkan masukan masyarakat itu," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Koalisi Kawal Capim KPK, sebelumnya, mengungkapkan dugaan konflik kepentingan anggota Pansel KPK yaitu Indriyanto Seno Adji, Hendardi dan Yenti Garnasih.
Indriyanto Seno Adji dan Hendardi disebut sebagai penasihat Polri, sedangkan Yenti Garnasih disebut bekerja sebagai tenaga ahli Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri maupun Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Polri.
Yenti Garnasih membantah menjadi tenaga ahli Bareskrim Polri dan Kalemdikpol, sementara Hendardi mengakui menjadi penasihat ahli Kapolri bersama Indriyanto Seno Adji namun membantah memiliki konflik kepentingan ketika menjadi anggota Pansel Capim KPK.
Kendati dipertanyakan, Fadli tetap berharap Panita Seleksi (Pansel) capim KPK mengirimkan 10 nama calon yang tidak memiliki pelanggaran etika, tidak memiliki agenda politik tertentu dan memiliki akseptabilitas di masyarakat.
“Kita berharap calon yang ada memenuhi kriteria memiliki akseptabilitas di masyarakat. Seharusnya begitu (tidak melanggar etika, dan melaporkan LHKPN), harus orang terbaik di bidangnya untuk posisi tersebut," kata Fadli. [Ham]