Telusur.co.id - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengapresiasi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait wacana menteri muda pada pemerintahan jilid II Jokowi.
Menurut Pangi, menteri muda itu haruslah dipilih berdasarkan kapasitas dan kapabilitasnya.
"Saya pikir pernyataan Ibu Megawati itu ada benarnya, bahwa kompetensi, pengalaman, dan jam terbang seseorang menjadi sebuah keniscayaan untuk menjadi menteri kabinet," kata Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Minggu (11/8/19).
Megawati dalam pidatonya usai dikukuhkan sebagai Ketum PDIP pada Kongres ke-V di Bali, menilai, soal wacana menteri muda pada kabinet mendatang akan bersifat rawan dan rapuh.
Megawat mengatakan, bukan tidak mendukung apalagi merendahkan kualitas para kaum milenial, hanya saja, mendikotomikan tua dan muda untuk menjadi syarat seseorang masuk kabinet, akan rawan dan rapuh.
Sebab, seorang pemuda yang dikenal pintar belum tentu bisa berhasil di pemerintahan negara. Faktor penting yang bisa menjembatani ialah pengalaman di bidang politik.
Terkait itu, Pangi beranggapan, mengelola kementerian itu memang tidak sama dengan mengelola bisnis. Apalagi, kata dia, pengusaha berpengalaman yang menjadi menteri tidak semua berhasil memimpin kementerian di pemerintahan.
Oleh karena itu, tegas Pangi, menteri muda itu tidak cukup hanya karena muda secara usia, tapi juga mereka yang harus sudah matang dan faktor pengalaman sesuatu yang sangat penting.
"Bagaimana memastikan pengalaman dan jam terbang, maka dalam memilih menteri muda harus penuh kehati-hatian. Karena kalau gagal dan tidak punya prestasi, maka bisa menjadi preseden buruk bahwa menteri muda sama saja dengan menteri lainnya," tukasnya.[Tp]