Sentil Menteri Nadiem, Cak Imin : Mendikbud Belajar Sejarah

Sentil Menteri Nadiem, Cak Imin : Mendikbud Belajar Sejarah

telusur.co.id - Sejak dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tidak pernah luput dari kontroversi atas kebijakannya. 

Terbaru, Menteri Nadiem mendapatkan protes keras dari masyarakat, ormas islam, DPR hingga pimpinan partai politik karena memberikan dana segar sebesar 20 miliar rupiah kepada seperti [Yayasan Bhakti] Tanato dan Sampoerna Foundation. 

Akibatnya, NU dan Muhammadiyah memutuskan mundur dari program organisasi penggerak. 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar pun geram dengan sikap Menteri Nadiem. Politisi yang akrab disapa Cak Imin pun meminta Nadiem belajar sejarah.

Saya juga minta Mendikbud untuk belajar sejarah pengabdian  NU dan Muhammadiyah kepada pendidikan. Saya protes," tegas Cak Imin di dalam akun media sosialnya @CakiminNOW, Kamis.

Untuk diketahui Program Organisasi Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud.

Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.

Dalam program ini, Kemendikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat maupun individu yang mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.

Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp 567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih.

Organisasi yang terpilih dibagi kategori III yakni Gajah, Macan, dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp20 miliar/tahun, Macan Rp5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun. [ham]

Komentar

Artikel Terkait