telusur.co.id - Ketua Komite l DPD RI, Benny Rhamdani mengatakan isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dihembuskan oleh internal KPK, jangan menjadi modus operandi dan menjadi alat manipulatif untuk menutupi kelemahan KPK itu sendiri.
“Pemberantasan korupsi yang sering dinilai bahkan oleh publik (dalam beberapa kasus) tampak tebang pilih dan bersifat sampling, itu bisa dinilai sebagai bentuk pelemahan KPK yang dilakukan oleh Internal KPK (pimpinan dan penyidik),” ungkap Benny melalui keterangan tertulisnya, Rabu.
Buktinya kasus besar seperti BLBI, Century, Hambalang, E-KTP, Proyek yang melibatkan Komisi V DPR RI dan beberapa kasus dugaan kejahatan korupsi besar lainnya, KPK seolah takut menyeret semua orang besar yang terlibat.
Akhirnya, kata Benny, melihat pemberantasan korupsi yang terasa tebang pilih atau bersifat sampling, serta munculnya gelombang teriakan lawan pelemahan KPK khususnya yang dilakukan oleh pihak internal KPK, tidak sekedar cara yang tampak dan terkesan manipulatif, tapi juga ibarat "maling teriak maling”.
“Jujur itu hebat, yang selama ini menjadi slogan KPK, ternyata di distorsi oleh KPK sendiri. Dan pelemahan KPK sesungguhnya sudah lama terjadi dan dilakukan oleh KPK itu sendiri. Slogan Jujur Itu Hebat seolah-olah hanya seruan bagi pihak lain, tapi tidak berlaku bagi KPK itu sendiri. Sepertinya KPK lupa, bahwa perilaku tidak jujur itu adalah sifat yang hanya menjadi miliknya para penipu dan para pecundang,” katanya.
Sekali lagi, tambah Benny lagi, jika KPK tidak ingin dituduh banci, standar ganda dan manipulatif, kenapa setengah hati dalam pemberantasan korupsi dan takut menyeret semua perampok dan penjarah uang negara yang terlibat dalam kasus BLBI, Century, Hambalang, E-KTP dan kasus kejahatan penggarongan uang negara dan uang rakyat yang lainnya.
Sesungguhnya, jika KPK tidak punya nyali menuntaskan dan menyeret seluruh yang terlibat dalam kasus BLBI, Century, Hambalang, E-KTP dan kejahatan korupsi lainnya. “Maka sesungguhnya KPK sama bajingan dan brengseknya dengan para koruptor itu sendiri,” ujar dia. [Ham]