Selesaikan Persoalan di Papua, BPIP Usulkan Pertukaran Budaya

Selesaikan Persoalan di Papua, BPIP Usulkan Pertukaran Budaya
Plt Kepala BPIP, Hariyono (Ist)

telusur.co.id - Elemen masyarakat antardaerah diusulkan untuk membangun komunikasi intensif dan sering melakukan pertukaran budaya untuk menyelesaikan persoalan di Papua.

Usul tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono di Jakarta, Kamis (29/8/19).

"Adanya komunikasi yang intensif dan sering dilakukan pertukaran budaya membuat masyarakat antardaerah menjadi dekat satu sama lain, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang memicu situasi memanas seperti di Papua saat ini," kata Hariyono seperti dilaporkan Antara.

Menurut Hariyono, pertukaran budaya antardaerah dapat dilakukan dengan pementasan kesenian dan pertunjukan budaya antardaerah, sehingga tumbuh kedekatan emosional dan rasa kebersamaan.

"Hal ini dapat menumbuhkan sikap saling menghargai di antara masyarakat. Ini wujud dari nilai-nilai luhur Pancasila," tambahnya.

Mantan Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang ini juga menilai, kondisi masyarakat saat ini yang mudah tersulut emosi dan terjadi gesekan sosial, karena masih kurangnya figur teladan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu dia mengusulkan agar pemerintah dan lembaga terkait dapat memunculkan lebih banyak figur teladan yang dapat menjadi tokoh panutan bagi masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan figur-figur teladan tersebut, BPIP telah menetapkan dan memberikan penghargaan kepada sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) yang dinilai berprestasi di bidangnya masing-masing, dan disebut "74 Ikon Prestasi Pancasila 2019".

Penghargaan terhadap "74 Ikon Prestasi Pancasila 2019" yang dibagi dalam empat kategori, yakni bidang ilmu pengetahuan, bidang olahraga, bidang seni dan budaya, serta bidang sosial entrepreneur, diberikan dalam rangkaian acara "Konser Kebangsaan" di The Hall Tjolomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (19/8/19) malam.

Salah seorang yang mendapat penghargaan "74 Ikon Prestasi Pancasila 2019" adalah Livi Zheng yang berprofesi sebagai sutradara dan tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Salah satu film karya Livi Zheng, "Bali: Beats of Paradise" saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop utama di Indonesia.

Hariyono serta sejumlah pejabat BPIP yang menonton Film "Bali: Beats of Paradise" di salah satu bioskop di Jakarta, Rabu (28/8/19) dan bertemu dengan Livi Zheng, mengusulkan agar perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur pada 30 tahun lalu itu, dapat membuat film maupun video berdurasi singkat yang mengangkat cerita tentang tokoh-tokoh nasional yang menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia.

"Masih, kita masih kekurangan figur teladan, sehingga harus banyak dimunculkan cerita-cerita tentang tokoh-tokoh yang dapat menjadi teladan," ungkapnya.

Dia mencontohkan, tokoh-tokoh pejuang dan pergerakan kemerdekaan Indonesia, seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, Dr Soetomo, dan sebagainya, perlu dimunculkan lagi untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan perasaan bangga terhadap Tanah Air. [Fhr]

Komentar

Artikel Terkait