telusur.co.id - Ketua DPR, Bambang Soesatyo mendesak aparat kepolisian bertindak tegas atas peristiwa aksi massa yang menyebabkan empat anggota Polri terluka, dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terluka, satu anggota TNI dan dua warga lainnya meninggal dunia.
“Panglima TNI dan Kapolri untuk dapat bertindak tegas dan terukur terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang memprovokasi massa yang melaksanakan demo serta mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mengakibatkan jatuhnya korban,” desak Bamsoet, Kamis.
Mendorong TNI dan Polri untuk meningkatkan koordinasi dalam melaksanakan tugas pertahanan dan keamanan dengan lebih mengefektifkan satuan intelijen yang ada, agar dapat menghindari kejadian serupa terulang kembali.
TNI dan Polri melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan seluruh unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama dan pimpinan-pimpinan adat serta ketua-ketua suku yang ada di Papua, agar terjalin saling pengertian dalam mewujudkan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Meminta semua elemen bangsa untuk menjaga suasana tetap tenang dan tidak melakukan provokasi atau menyebarkan berita hoax yang akan memperkeruh suasana. “Meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita dan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, serta mempercayakan keamanan kepada aparat kepolisian,” katanya.
Terkait dengan korban, Bamsoet menyampaikan dukacita dan rasa keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka, juga memberikan penghargaan yang tinggi terhadap dedikasi para TNI dan Polri yang telah melaksanakan tugasnya, serta bagi keluarga yang ditinggal agar bersabar dalam menerima cobaan tersebut. [Ham]