telusur.co.id - Anggota DPR, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan virus corona atau covid 19 merupakan virus yang sangat jahat dan sadis sebagai common enemy yang harus dibasmi dan dimusnahkan dimuka bumi ini khususnya di bumi pertiwi.
"Karena covid19 sedang invasi dan agresi keseluruh dunia sebagai virus/penyakit yang sangat berbahaya lebih jahat dari teroris dan penjajah dimasa kolonial penjajahan," ungkap Dimyati dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Serta lebih sadis dari pembunuh berdarah dingin karena covid19 lebih ganas penyebarannya seperti zombie dan drakula atau vampir yang sangat mudah menular terinfeksi dari mahluk ke mahluk yang lain.
Kata dia, Covid19 sangat mengguncangkan dunia dan merubah kebiasaan dan menjadi budaya baru diseluruh dunia yang dihantui dan ditakuti oleh seluruh manusia di dunia ini karena serangannya begitu cepat sekali menusuk menyumbat tenggorokan dan merusak paru paru disana tempat bernafasnya manusia.
Apabila sumber pernafasannya dirusak dan disumbat maka siapa yang terkena covid19 sangat sulit untuk tertolong kecuali keajaiban dari sang maha pencipta.
"Maka kita tidak bisa berdamai dengan covid19 apalagi hidup berdampingan ini sangat berbahaya karena penularannya sangat cepat," tegas Dimyati.
Dimyati melanjutkan, Covid19 tidak peduli dan tidak pandang bulu baik tua maupun muda bahkan balita. Tidak peduli kaya miskin baik pejabat maupun bukan pejabat. Siapa saja dirusak dan dibunuh dengan cepat dan covid19 ingin meluluhlantahkan dan menghancurkan manusia dimuka bumi ini.
"Maka mau tidak mau kita harus berperang dan menghancurkan covid19 di nusantara ini."
Covid19 berbeda dengan binatang buas atau pembunuh penjajah manapun yang memilah memilih dalam menentukan target yang akan menjadi korban tidak dibasmi semua, maka dalam peperangan ini siapa cepat siapa dapat.
"Bila covid19 yang lebih cepat merasuk keseluruh tubuh manusia di negara ini maka kita akan kalah dan akan hancur, maka untuk memenangkan peperangan melawan covid19 ini diperlukan perencanaan yang matang, dan sangat dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dan turut serta seluruhnya ikut bersama sama bersatu berperang melawan covid19."
Dalam arti, semua harus ada dalam satu komando utuh dibawah kepemimpinan panglima tertinggi di republik indonesia.
Setelah perencanaan yang matang sampai dengan pasca nya, untuk mensukseskan perencanaan tersebut maka diperlukan anggaran yang cukup dan menyeluruh dengan prinsip effesien dan effektif. Anggaran tersebut diantaranya untuk membiayai kebutuhan sosialisasi, sandang, pangan dan vitamin serta insetif petugasnya.
Serta imunisasi juga diperlukan untuk rapid test dan swab serta karantina dan peralatannya pengobatannya sampai ke penguburannya serta pengamanannya.
Melanjutkan, dalam peperangan ada saja yang tidak ikut garis komando yang akan merusak dan mengganggu semangat perjuangan untuk memenangkan peperangan melawan covid19, diantaranya dengan alasan ekonomi dan lain lain, tidak ada artinya kemajuan pertumbuhan ekonomi dan lain lain bila manusia dimuka bumi ini musnah secara perlahan lahan, dan binasa semua karena terjangkit dan dikuasai covid19.
Prioritas saat ini adalah bagaimana covid19 segera lenyap dan binasa dalam waktu yang cepat dan tepat maka diperlukan peralatan dan perlengkapan yang memadai sesuai dengan protokol kesehatan dan segera dicari vaksin/obat untuk bisa melawan ganasnya covid19, semoga Indonesia bisa paling unggul didunia ini dalam peperangan dengan covid19. [ham]