telusur.co.id - Kabijakan Menteri Nadiem Makarim yang memberikan 20 miliar kepada yayasan Sampoerna dan Tanoto terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Kali ini, giliran kaum buruh yang mengkritik habis Menteri Nadiem.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Mirah Sumirat sangat geram dengan keputusan Menteri Nadiem yang memasukan yayasan orang terkaya di Indonesia sebagai salah satu penerima Program Organisasi Penggerak.
"Dimana akal sehat? Ketika menteri malah memberikan sumbangan 600 Milyar diantaranya dibagikan ke yayasan Sampoerna dan Tanoto, sedangkan pemilik yayasan tersebut punya orang kaya?" kritik Mirah dalam akun media sosialnya, Jumat.
Saat ini, sebut Mirah, masih banyak masyarakat yang tidak bisa memfasilitasi anaknya belajar secara virtual karena tidak mempunyai pulsa dan HP. "Ada lebih dari ribuan orang tua & anak-anak sedang susah karena tidak memiliki HP & Pulsa untuk belajar online," katanya.
Untuk diketahui Program Organisasi Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud.
Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.
Dalam program ini, Kemendikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat maupun individu yang mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.
Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp 567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih.
Organisasi yang terpilih dibagi kategori III yakni Gajah, Macan, dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp20 miliar/tahun, Macan Rp5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun. [ham]