Telusur.co.id - Ekonom senior, Rizal Ramli menyarankan sebaiknya Presiden Joko Widodo memecat atau reshuffle Enggartiasto Lukita dari jabatan Menteri Perdagangan. Alasannya, karena Enggar diduga cawe-cawe terkait impor.
"Mendag Enggar kerap bermasalah dengan hukum. Fakta udah ada, cuma (Jokowi) nggak berani pecat," kata Rizal dalam acara "Ngopi Bareng" di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/19).
Selain itu, lanjut Rizal, Enggar juga beberapa kali dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang polemik dugaan tindak pidana korupsi impor bawang, namun tak pernah hadir.
"Enggartiasto bermasalah, tiga kali dipanggil oleh KPK, tapi nggak pernah dipecat," sesal Rizal. Oleh karena itu, tegas Rizal, tak ada alasan mempertahankan Enggar.
Mantan menteri perekonomian era presiden Gus Dur ini menguraikan, KPK pernah menggeledah kantor Mendag dan menemukan beberapa dokumen tentang impor.
Namun, Rizal menyayangkan justru impor bawang putih yang menjadi headline oleh KPK. Padahal, ada sektor yang memiliki nilai jauh lebih besar dari bawang putih yakni impor gula.
"KPK pernah obrak-abrik kantor Enggar dan temukan dokumen-dokumen bukti tentang (impor) Gula, tapinsaya malah heran kenapa yang diangkat dan dibesar-besarkan kok malah Bawang padahal gula jauh lebih begitu. Jadi jangan ngomong doang lah buktikan dengan tindakan," demikian Rizal Ramli.
Sebelumnya, Mendag Enggar tidak mengetahui perihal OTT kasus impor bawang putih. Enggar menyebut perusahaan yang terlibat kasus tersebut bodoh karena semua proses pengurusan impor bawang putih berlangsung secara transparan.
"Itu perusahaannya bodoh, ngapain pakai nyuap, semua itu transparan dan kalau perusahaan itu melakukan sesuai prosedur, persyaratan, benar menang sesuai Permentan, Mentan mengeluarkan RIPH, mengeluarkan rekomendasinya, masuk ke kita, kan dikeluarkan saja," kata Enggartiasto ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019). [Tp]
Laporan : Tio Pirnando