telusur.co.id – Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai meminta Menko Polhukam, Wirnto, menunjuk hidung oknum pengacau yang dianggapnya membuat skenario, terkait aksi dugaan pelemparan karung berisi ular Piton ke asrama mahasiswa Papua, di Jalan Kalasan nomor 10 Surabaya, Jawa Timur.
“Saya minta tunjuk hidungnya kalau memang ada skenario. Jangan menghindari ketidakmampuan pemimpin melindungi dan menghadirkan rasa aman bagi warga negara,” tegas Pigai dalam keterangannya, Senin (9/9/19).
Wiranto, sebelumnya, mengatakan, isu adanya dugaan pelemparan karung berisi ular ke asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10 Surabaya, merupakan upaya provokasi. Wiranto menduga, masih ada pihak yang tak menyukai keadaan aman usai demonstrasi di Papua dan Papua Barat.
Pigai menegaskan, jika Wiranto tak mampu “menunjuk hidung” oknum tersebut, maka hal itu bukan sebuah skenario. “Itu tindakan rasis oleh masyarakat,” imbuhnya.
Itulah sebabnya, kata Pigai, pemimpin negara ini jangan hanya dimonopoli satu suku saja. “Saya minta negara tangkap itu pemimpin-pemimpin yang mengusir, teror dan intimidasi kepada rakyat Papua,” tukasnya.[Ham]