Perusakan Musala Di Sulut, Tifatul Sembiring Minta Umat Tak Terprovokasi

Perusakan Musala Di Sulut, Tifatul Sembiring Minta Umat Tak Terprovokasi
Tifatul Sembiring

telusur.co.id - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan sejumlah orang atas perusakan musala di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Menurutnya, perusakan rumah ibadah mencoreng rasa tolerasi beragama. Untuk itu, ia mendesak agar aparat kepolisian menangkap para pelaku perusakan. 

"Pemerintah dan aparat harus segera bertindak tegas terkait perusakan mushala di Minahasa ini," desaknya, Jumat.

Anggota DPR ini meminta kepada masyarakat, khususnya di Minahasa Utara agar tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan aksi perusakan.

"Sepanjang sejarah NKRI, kaum Muslim tak pernah merusak rumah ibadah umat lain dengan cara biadab dan radikal seperti video yang viral di medsos itu. Umat agar jangan terprovokasi," harap Tifatul.

Ditegaskan dia lagi, kalau bukan karena akibat berlatar kerusuhan, konflik yang sebelumnya terjadi atau perbuatan teroris yang jelas bukan Islam, tak pernah ada umat Islam merusak rumah ibadah umat lain tanpa sebab.

"Islam secara tegas melarang merusak rumah ibadah semua agama dengan alasan apapun, bahkan di masa perang sekalipun, apalagi di masa damai," bebernya.

Seperti diketahui, Peristiwa perusakan rumah ibadah terjadi di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dari video yang beredar di media sosial, sejumlah orang mengobrak abrik musala.

Rumah ibadah mengalami kerusakan. Pagar yang terbuat dari besi jebol. Bangunan musala hingga bagian atap juga ikut rusak. [ham]

Komentar

Artikel Terkait