Di Tengah Banyak Partai Lakukan Tren Feodal dan Oligarki, Dinamika di Golkar Patut Diapresiasi

Di Tengah Banyak Partai Lakukan Tren Feodal dan Oligarki, Dinamika di Golkar Patut Diapresiasi

telusur.co.id - Dinamika yang terjadi di partai Golkar, jelang pemilihan ketua umum, dinilai pengamat politik perlu diapresiasi. Karena, kata dia, dalam dinamika itu, ruang kompetisi dibuka sehingga siapapun berpeluang menjadi ketua umum. 

“Golkar patut kita apresiasi. Ruang berkompetisi itu dibuka, siapapun punya peluang menjadi ketua umum,” ujar Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago kepada telusur.co.id, Jumat (6/9/19).

Dinamika itu juga lah, yang menurut Pangi membuat Partai Golkar berbeda dengan partai-partai lain yang saat ini mulai bergeser menjadi partai feodal dan oligarki. 

“Partai belum tumbuh menjadi partai modern berbasiskan nilai nilai demokratis. Kita lihat PDIP, Nasdem, Gerindra, PKB ditetapkan secara aklamasi, ruang bertarun sepertinya ditutup rapat, dinamika tidak terjadi, justru perangai ini yang membahayakan demokrasi, bagaimana kita bicara kemajuan demokrasi, justru trend partai banyak bergeser dari partai demokratis menjadi partai feodal,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, harusnya partai politik bisa melakukan modernisasi, partai yang moderen tidak bergantung pada sosok figur sentral (personalisasi). 

“Jadi buka  kompetisi dan dinamika harus terjadi dalam memilih nahkoda partai,” tutupnya [Fhr]

 

Komentar

Artikel Terkait