Pengamat Intelijen Yakin Pelantikan Presiden akan Berlangsung Aman

Pengamat Intelijen Yakin Pelantikan Presiden akan Berlangsung Aman

telusur.co.id - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta mengatakan, dirinya optimis kalau pelantikan presiden 20 Oktober 2019 mendatang akan berlangsung aman.

Menururnya, sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Kelompok radikal tidak peduli dengan politik, itu murni demi ideologinya. Situasi yang rawan akan dimanfaatkan untuk melakukan aksinya," kata Stanislaus dalam diskusi bertajuk ''Menakar Situasi Polhukam Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/19).

Stanislaus menjelaskan, tujuan kelomopok radikal membuat situasi menjadi rawan bukan untuk mengganggu pelantikan presiden. Namun, mereka hanya butuh eksistensinya terlihat.

"Seandainya mereka melakukan aksi, tidak mungkin dilakukan di Indonesia," ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada pola perubahan pergerakan teroris setelah UU no 5 yahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme disahkan. Pergerakan mereka berubah dan beradaptasi dengan sel-sel kecil seperti keluarga karena susah terdeteksi. Menurutnya, aksi teror ini akan terus berkembang.

"Tapi kekuatan mereka masih jauh dari sistem keamanan kita yang masih kuat membentengi keamanan," terangnya.

Dia melihat, yang dilakukan kelompok transnasional termasuk kelompok radikal yang ingin memasukan ideologinya, hal pertama yang diserang adalah budaya. Nah, menurutnya, hal ini tidak pernah diwaspadai oleh pemerintah.

"Misalnya di Solo ada anak sekolah membakar konde, dan di Yogyakarta ada juga. Radar sosial masyarakat harus ditingkatkan. Kita harus kembali pada budaya luhur kita supaya ancaman luar tidak masuk," pungkasnya. [Asp]


Laporan : Fahri Haidar

Komentar

Artikel Terkait