Telusur.co.id - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin meminta Partai Gerindra membuka secara jelas sosok 'penumpang gelap' yang memanfaatkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu.
"Apa yang dikatakan Gerindra tentunya harus jelas, tunjuk hidung saja siapa yang dimaksud dengan penumpang gelap itu," kata Novel, Selasa (13/8/19).
Novel kemudian menyinggung soal pernyataan Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bahwa penumpang gelap kecewa saat Prabowo melarang pendukungnya menggelar aksi di Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang sengketa Pilpres 2019 beberapa waktu lalu.
"Menurut versi Gerindra adalah orang yang kecewa saat aksi di depan MK yang diimbau Pak Prabowo agar tidak turun. Penumpang gelap adalah orang yang tidak dikenal karena dia adalah penumpang yang tidak terdaftar," ungkapnya.
Sedangkan, kata Novel, yang turun aksi saat sidang sengketa pilpres di MK adalah GNPF Ulama, PA 212 serta ormas dan elemen masyarakat lainnya yang pernah bergabung dalam aksi 212 sebelumnya, dan itu bukanlah penumpang gelap.
"Sehingga kalau kita tarik dengan kejadian aksi di depan MK adalah jelas para massa 212 dan pimpinan-pimpinan elemen atau ormas yang tergabung dalam Aksi 212. Itu sangat jelas, bahkan ada FPI , GNPF Ulama, PA 212 dan masih banyak ormas serta elemen lainya, yang saya juga orasi sebagai perwakilan PA 212 tanggal 14 Juni aksi kawal sidang MK pertama, dan saya masih dalam tim advokasi BPN Prabowo-Sandi ketika itu," terang Novel.
Oleh karenanya, dia menegaskan kalau pihaknya bukan penumpang gelap, karena GNPF Ulama dan PA 212 cs secara resmi berada di barisan pendukung Prabowo di pilpres, dan hal itu ditandai dengan penandatanganan 17 poin pakta integritas hasil Ijtima Ulama jilid II oleh Prabowo pada September 2018 lalu.
"Dan itu bukan penumpang gelap karena jelas punya karcis atau dokumen nya yaitu pakta integritas 17 poin itu sebagai tiket memakai kendaraan partai-partai Koalisi Adil Makmur dengan segala pengorbanan, penjara, darah dan nyawa," bebernya.
Oleh sebab itu, ia berharap Partai Gerindra blak-blakan sosok penumpang gelap di barisan Prabowo-Sandi, sehingga kabar tersebut tidak simpang siur dan publik bisa tau siapa yang selama ini berjuang dan siapa yang hanya memanfaatkan.
"Kalau ada pemain lain pasti petinggi Gerindra lebih paham dengan yang bermain diantara pendukung 02, yang mana sebagai pejuang membela agama dan keadilan, mana pecundang yang ingin memanfaatkan spirit 212 sebagai jalan menuju kursi kekuasaan dan jabatan," pungkasnya. [
Laporan: Fahri Haidar