telusur.co.id - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menduga mundurnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang karena gagal menghentikan laju Firli Bahuri untuk menjadi pimpinan KPK.
"Kan mereka yang paling getol menyerang Pak Firli. Lalu mereka merasa misinya nggak berhasil ya mengundurkan diri," duga Masinton kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/9).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri Saut sontak mengejutkan sejumlah pihak karena bertepatan dengan terpilihnya 5 pimpinan KPK yang baru.
Masinton menilai, mengundurkan diri dari jabatan pimpinan KPK memperlihatkan jika Saut mempunyai kepentingan tertentu. Karena itu, Masinton ragu atas integritas dan sikap bertanggungjawab sebagai pimpinan KPK. Padahal, kata dia, Saut selama bekerja 4 tahun di KPK ini sudah digaji pemerintah alias dengan uang rakyat.
"Mereka kan digaji negara untuk bekerja profesional, lalu kesempatan itu malah mereka gunakan untuk aktivitas politik menyerang orang. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi lalu mengundurkan diri. Pertanggungjawabkan dong semuanya sampai selesai masa jabatan," tutur Masinto.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem Taufiqulhadi tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai latar belakang mundurnya Saut.
Sebab tidak ada pernyataan dari Saut secara langsung bahwa yang bersangkutan mundurnya karena terpilihnya lima pimpinan KPK yang baru, termasuk mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli Bahuri di dalamnya. Hanya saja, menurut Taufiq, mundurnya Saut menandakan yang bersangkutan tidak bertanggungjawab.
"Kan tidak ada statemen seperti itu (mundurnya Saut karena Firli), maka saya tidak bisa menanggapi. (Hanya saja Saut) Nggak bertanggungjawab. (Padahal) sisa masa jabatannya masih tiga bulan, harusnya dia selesaikan itu," kata Taufiq
Menurut Taufiq, semestinya Saut bisa bertahan menuntaskan tugasnya yang hanya tersisa tiga bulan lagi. Jangan, kata dia, ketika mau dipilih sebagai pimpinan KPK dulu bersemangat melakukan lobi.
"Jangan hanya bersemangat ketika dulu dipilih itu dia minta pejabat untuk mendukung dia. Kemudian bertemu untuk melakokan lobi biar dipilih. Sekarang tiba-tiba mengundurkan diri di tengah jalan, padahal 3 bulan lagi dia selesai," ucap Taufiq. [Ham]