Telusur.co.id - Mantan menteri perekonomian era presiden Gus Dur, Rizal Ramli mengaku heran dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang tak berani menjemput paksa Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Padahal, Enggar sudah berkali-kali mangkir dari panggilan.
"KPK juga aneh, ini (Enggar) sudah dipanggil berkali-kali tapi mangkir kok nggak berani dipanggil paksa? Kenapa kepada yang lain KPK berani kok ke Enggar nggak berani," kata RR, sapaan karibnya, dibilangin Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/19).
Mantan menteri koordinator kemaritiman ini mengatakan, lembaga anti rasuah pernah menggeledah kantor Enggar dan menemukan beberapa dokumen tentang impor berpotensi merugikan negara dengan nominal cukup besar, anehnya justru impor bawang yang dibesar-besarkan.
"KPK pernah obrak-abrik kantor, saya malah heran kenapa yang diangkat dan dibesar-besarkan kok malah bawang padahal gula jauh lebih besar," ujarnya.
Kemudian, RR juga menyinggung kebijakan Enggar yang memilih melakukan impor beras saat masa panen raya di Indonesia tahun 2018 lalu. Akibatnya, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso yang akan menerima dampak dari impor beras tersebut.
"Indonesia tengah turun hujan banyak, tapi Enggar malah buka keran impor beras tinggi. Yang susah kan Buwas kepala Bulog. Dia bukan yang impor tapi kena dampak karena beras bulog tidak laku dan harga (beras) anjlok," pungkasnya. [Tp]
Laporan : Tio Pirnando