telusur.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku sudah berulang kali mendesak pemerintah untuk melakukan lockdown dalam mengatasi penyebaran virus corona di Indonesia. Tapi sayangnya, usulan tersebut hanya dianggap angin lalu oleh pemerintah.
"Saya selalu coba ingatkan pemerintah agar lockdown sejak 12 hari lalu. Tapi tak digubris," ujar Fadli Zon, Kamis.
Bahkan, Fadli secara khusus sudah membuat dan mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Lagi-lagi, surat itupun diabaikan. "Saya sudah menulis surat terbuka dengan segala argumentasi. Negeri ini memang sedang kehilangan pemimpin," katanya.
Fadli menegaskan, usulan agar pemerintah melakukan lockdown bukan karena sentimen atau karena faktor ingin mengkritik, tetapi karena menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. "Saya sebagai wakil rakyat, mengawasi dan mengingatkan pemerintah. Keputusan ada di tangan Presiden," katanya.
Untuk diketahui, jumlah korban terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, mengungkapkan adanya penambahkan korban terinfeksi.
Jika Rabu (25/3), jumlah pasien Covid-19 mencapai 790 kasus positif, 58 meninggal, 31 sembuh. "Sekarang ada penambahan kasus konfirmasi positif kurang lebih 103 orang sehingga jumlah totalnya 893," katanya.
Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 78 orang, dengan jumlah yang sembuh 35 orang. Penambahan kasus kematian akibat Covid-19 dari hari sebelumnya juga bertambah. "Kasus kematian penambahan 20 kasus, totalnya 78," ujar Yurianto. [ham]