telusur.co.id - Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo meminta Kemenhub mengalokasikan anggaran untuk rapid tes bagi sopir dan awak bus serta ABK dalam realokasi APBN 2020.
"Kebijakan pelonggaran transportasi saat pandemi akan menyebabkan semakin meluasnya penyebaran covid. Sebagai upaya mencegahan meluasnya virus ini, Kemenhub harus melakukan rapid test secara gratis kepada awak bus dan ABK," kata Sigit, anggota Komisi V DPR RI dari dapil 1 Jatim.
Sopir, kernet dan ABK kapal, kata Sigit, sangat berpotensi menularkan virus corona jika tidak diawasi secara ketat. Apalagi, para sopir truk logistik dan bus penumpang itu melintasi berbagai daerah yang sudah terpapar virus covid 19.
"Sudah 34 provinsi dan 300 kabupaten/kota yang terpapar virus ini. Sopir dan kernet paling berpotensi terkena dan menjadi carier. Begitu juga dengan ABK. Mereka setiap hari berinteraksi dengan ratusan awak kendaraan. Jika tidak dilakukan kontrol yang mereka semua akan menjadi pembawa virus ke daerah," kata Politisi PKS itu.
Karenanya, Sigit menyarankan agar Kemenhub menyediakan fasilitas rapid test virus corona terhadap sopir dan kenek angkutan logistik dan bus, serta ABK secara gratis.
"Anggaran dari realokasi APBN 2020 sebaiknya juga digunakan untuk rapid test ini. Jangan hanya mementingkan pencegahan covid dilingkungan Kementerian, tapi mengabaikan pencegahan covid di masyarakat, khususnya para pejuang angkutan," kata Sigit.
Seperti diketahui, dalam realokasi APBN 2020, Kemenhub mengalokasi anggaran sekitar Rp303 miliar. Anggaran sebesar itu digunakan untuk pembelian peralatan pengaman diri, makanan dan minuman tambahan untuk petugas piket hingga pembelian penambahan daya tahan tubuh berupa vitamim c 1000mg dan multivitamin lainnya. Sementara anggaran untuk rapid tes bagi awak bus dan ABK. [ham]