Ketua Pemuda Dewan Dawah Serukan Gerakan Mengawal Maklumat MUI

Ketua Pemuda Dewan Dawah Serukan Gerakan Mengawal Maklumat MUI

telusur.co.id - Ketua Umum Pemuda Dewan Dawah Islamiyyah Indonesia, Dade Rubai menyerukan kepada seluruh elemen umat Islam, khusus ormas kepemudaan untuk mengawal maklumat MUI terkait RUU HIP. 

"Gerakan Mengawal Maklumat MUI Ini yang harus kita gaungkan sekarang oleh kita semua. Dengan gerakan mengawal maklumat MUI ini, kita gentarkan PKI musuh NKRI agar (hengkang) pontang-panting dari negeri ini," tegas Dade Rubai.

Seruan itu diungkapkannya saat tampil sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan webinar Pemuda Dewan Da'wah Pusat bertajuk, "Menyikapi Maklimat MUI Tentang RUU HIP Dan Neo Komunisme", Sabtu, 20 Juni 2020.

Dalam kesempatan itu, Dadhe begitu sapaan akrabnya, juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada MUI yang telah tampil kembali menjadi lokomotif perjuangan ummat. Sikap MUI yang mengeluarkan maklumat terkait RUU HIP dalam pandangannya telah memberikan angin segar bagi pergerakan perjuangan ummat. 

Terus terang, kata dia, umat menjadi bangga dengan MUI, dan lebih percaya diri sebagai seorang muslim memiliki lembaga MUI. Setelah MUI diam dari beberapa undang-undang kontroversial seperti UU KPK,  minerba, penangan covid 19, tetapi kini dalam soal RUU HIP, MUI muncul bersikap dengan tegas. 

"Ini sungguh angin segar bagi masyarakat khususnya ummat Islam untuk kembali dapat menggerakkan ruhul jihad membela agama, negara khususnya NKRI ini," ujarnya, memberi apresiasi.

Dadhe juga menyayangkan anggota parlemen yang tidak memiliki sensitifitas di tengah kondisi bangsa yang terengah-engah menghadapi pandemi covid 19, lalu bisa-bisanya membahas RUU kontroversi yang sangat berbahaya dan mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. "Ini menunjukkan anggota parlemen kita dipenuhi praktek oligarki dan pragmatisme. Saya khawatir jangan-jangan para anggota legislatif kita ini juga menjadi korban (buta) sejarah", ujarnya mengeluhkan.

Sebagaimana kritikan juga dilayangkan kepada BPIP, lembaga pengawal Pancasila yang dalam pandangan Dadhe sebagai mahasiswa yang tengah menyelesaikan program doktoralnya ini, BPIP lebih sering membuat kontroversial terhadap negara dan pancasila sehingga terdengar bising di masyarakat ketimbang mengawal pancasila dari rongrongan pengkhianat bangsa. 

"Selain besaran gaji bombastis yang menunjukkan nilai yang tidak punya hati. Ujaran kontroversial yang dilakukan BPIP yang terakhir justru diucapkan ketuanya sendiri saat mengatakan, Musuh terbesar Pancasila adalah agama".

Terakhir Dadhe mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus waspada mengawal maklumat MUI ini. Dan Pemuda Dewan Da'wah akan terus berkordinasi dengan segenap organisasi kepemudaan, menjadi pelopor dalam rangka menggaungkan Gerakan Mengawal Maklumat MUI. [ham]

Komentar

Artikel Terkait