Kenaikan BPJS Dikaitkan Dengan Parkir Motor, Fahira : Narasi Pemerintah Tidak Simpatik

Kenaikan BPJS Dikaitkan Dengan Parkir Motor, Fahira : Narasi Pemerintah Tidak Simpatik
Fahira Idris

telusur.co.id - Anggota DPD RI, Fahira Idris mengkritik sikap pemerintah yang ngotot merealiasi kenaikan dua kali lipat iuran BPJS Kesehatan yang direncanakan mulai diterapkan awal Januari 2020.

“Saya sangat menyayangkan kengototan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang tidak disertai dengan komitmen atau jaminan bahwa ke depan peserta akan mendapat pelayanan yang lebih baik,” kritik Fahira, Rabu.

Menurut Fahira, rencana kenaikan yang sama sekali tidak disertai dengan komitmen tegas pemerintah bahwa ke depan sistem & manajemen BPJS Kesehatan lebih baik sehingga tidak terjadi lagi defisit sama sekali tidak terdengar. Bahkan kenaikan BPJS Kesehatan diiringi narasi-narasi yang dinilai kurang simpatik.

“Ibaratnya ‘memaksa orang’ membayar sebuah produk dengan selisih harga lebih tinggi dari sebelumnya, tetapi tidak diberi jaminan bahwa produk tersebut lebih baik dari sebelumnya. Malah narasi-narasi yang mengiringi rencana kenaikan iuran sama sekali tidak simpatik,” imbuhnya.

Malah, sambung Fahira lagi, narasi-narasi yang mengiringi rencana kenaikan iuran sama sekali tidak simpatik. Kalau fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama di seluruh Indonesia fasilitasnya sudah baik dan merata, peserta juga akan memilih puskesmas terdekat untuk mengobati sakitnya. “Jadi bukan manja.”

Menurut Fahira, alasan atau pembelaan pemerintah yang menyatakan bahwa jika iuran tidak naik maka BPJS Kesehatan bisa colaps (bangkrut), mengesankan defisit BPJS Kesehatan adalah tanggung jawab semua peserta.

Padahal jika saja kinerja BPJS Kesehatan maksimal terutama terkait strategic purchasing, pelayanan biaya operasional, tata kelola teknologi informasi, penerimaan dan pengeluaran, dan sistem piutang, defisit tidak akan sebesar ini.

Belum lagi persoalan masih banyaknya ditemukan perserta bermasalah (tidak memiliki NIK dan NIK ganda, kolom faskes kosong, peserta meninggal) yang menjadi biang terus membengkanya defisit, menandakan banyak hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah.

“Karena itu, menaikkan iuran BPJS Kesehatan persoalan serius, jangan disederhanakan misalnya cuma naik lima ribu perhari/sama seperti bayar parkir motor per jam sehingga tidak memberatkan. Narasi-narasi seperti ini baiknya dihindari. Bangunlah narasi yang lebih kuat & persuasif, agar publik lebih simpatik,” tutup dia. [Ham]

Komentar

Artikel Terkait