Kecam Razia Buku, Demokrasiana Institute : Buku untuk Dibaca, Bukan Dirazia

Kecam Razia Buku, Demokrasiana Institute : Buku untuk Dibaca, Bukan Dirazia

Telusur.co.id - Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam mengecam tindakan razia buku di Makassar. Aksi razia ini memang terbilang janggal terlebih di era demokrasi yang menganut prinsip keterbukaan, di tengah upaya keras membangkitkan kesadaran membaca, tindakan razia buku justru menghambat upaya mulia tersebut.

"Buku seharusnya untuk dibaca, bukan malah menjadi sasaran razia, apalagi bila yang merazia itu juga tidak paham dengan isi buku yang dirazia" jelas Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam, di Jakarta, Jumat (9/8).

Razia buku menandakan kemunduran intelektual sekaligus menandakan kemunduran demokrasi.

"Syarat demokrasi yang maju harus lahir kaum cendekiawan, nyawa mereka berasal dari buku, bila buku dirazia maka putuslah nyawa itu," sambungnya.

Siapapun bisa tidak sepakat dengan isi dari sebuah buku, akan tetapi perlu menempuh cara yang benar untuk mengekspresikan ketidaksepakatan itu.

"Lumrah saja bila tidak sepakat dengan isi buku, namanya juga pikiran ya bisa benar bisa keliru juga, namun caranya harus tepat, misalnya menulis buku untuk membantah gagasan dari buku tersebut, kan lebih intelek kalau begini caranya, yang terjadi adalah diskursus intelektual" tutupnya.[Ham]

Laporan : Hamdani

Komentar

Artikel Terkait