Kapolda Papua Imbau Warga dan Pelaku Usaha Kembali Beraktivitas

Kapolda Papua Imbau Warga dan Pelaku Usaha Kembali Beraktivitas
Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja (Ist)

telusur.co.id - Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja mengimbau semua warga termasuk pelaku usaha untuk kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala. Pasalnya, situasi di Papua sudah kembali berangsur normal. Dia pun memastikan aparat keamanan siap menjamin keamanan dan keselamatan warga dalam menjalani rutinitasnya.

"Silakan membuka kembali usahanya sehingga perekonomian kembali berputar. TNI-Polri siap menjamin keamanan warga dan pelaku usaha," ujar dia di Jayapura, Jumat (30/8) malam.

Dia menyatakan, meskipun masih ada sekelompok orang yang tidak puas, secara keseluruhan situasi sudah relatif kondusif.

Terkait siapa di balik aksi massa tersebut dan siapa provokatornya yang memprovokasi massa melakukan tindakan anarkis selama aksi demo, pihak Polda Papua masih menyelidiki hal tersebut.

"Untuk oknum provokator masih diselidiki dan tim sedang bekerja," kata Irjen Rudy, sapaan akrabnya.

Dia pun mengungkapkan penyelesalannya atas tindakan anarkistis yang terjadi selama aksi demo berlangsung di beberapa wilayah Provinsi Papua.

"Kami sangat menyesali aksi demo yang berakhir anarkis," tambahnya.

Menurutnya, saat ini Mabes Polri sudah mengirim sekitar 1.250 personel Brimob, dibantu 300 personel TNI yang akan dikerahkan untuk mengamankan Jayapura.

Rudy menyatakan saat TNI-Polri sedang melakukan patroli gabungan demi mengamankan situasi agar benar-benar kembali kondusif.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera menurunkan bantuan untuk korban-korban yang terdampak kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu.

"Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang terdampak bencana sosial tersebut, bantuan akan diberikan setelah dilakukan penilaian," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian tentang Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kelompok Keluarga Bersama (KUBE) di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/8/19).

Dia menjelaskan, rencananya penilaian akan dilakukan pada Senin (2/9/19), pihaknya akan mengirimkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial ke Papua untuk melakukan penilaian tersebut.

Dari hasil penilaian tersebut maka Kemensos akan tahu seberapa banyak warga yang akan dibantu, dan seberapa besar anggaran yang diturunkan untuk bantuan sosial tersebut.

"Setelah dilakukan verifikasi dan validasi terhadap korban, baik korban luka, korban jiwa atau korban yang sifatnya material seperti toko-toko ya g hancur dan sebagainya makan akan diberi bantuan yang sifatnya simultan," kata dia.

Selain itu Kementerian Sosial juga menunggu verifikasi dan validasi data korban dari pemerintah daerah setempat.

"Kami punya balai di sana, kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan penilaian," kata Agus Gumiwang.

 

Komentar

Artikel Terkait