GP Ansor Nilai Jokowi Terbukti Banyak Tinggalkan Legacy, Apa Saja?

by Perto |
GP Ansor Nilai Jokowi Terbukti Banyak Tinggalkan Legacy, Apa Saja?

telusur.co.id -  Bendahara Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin  menilai, banyak yang bisa diceritakan mengenai legacy Presiden Joko Widodo. Diantaranya, keberaniannya memberantas radikalisme.

"Beliau pemimpin yang sederhana, simple, dan berani ambil resiko. Di antaranya pemindahan Ibukota negara, pendirian BPIP, langkah tegas memberantas terorisme dan radikalisme, transformasi digital, dan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan," kata Addin dalam diskusi bertema 'Pemuda Bertanya: Apa Legacy Jokowi?' di Jakarta, Kamis kemarin.

Menurutnya, hal itu dilakukan Jokowi di tengah goncangan besar tata dunia baik melalui perang global maupun transformasi teknologi, yang berdampak pada semua tatanan yang ada. 

Torehan lain juga diungkapkan Sahat Martin Philip Sinurat, Sekretaris Umum DPP GAMKI. Ia membeberkan warisan Jokowi dalam sejarah adalah sebagai seorang warga sipil yang berhasil terpilih menjadi Presiden Indonesia. 

"Ada legacy yang tidak bisa dilupakan sama sekali. Pak Jokowi, yang bukan siapa-siapa, yang tidak memiliki darah ningrat, berasal dari rakyat sipil, baik keluarga beliau dan isterinya, namun bisa menjadi Presiden Republik Indonesia melalui Pemilu langsung. Menjadi inspirasi bagi kita, bahwa untuk menjadi pemimpin siapa saja bisa, dan tidak harus pemilik partai atau berdarah ningrat," lanjut Sahat. 

Namun, kata Sahat, program dan kebijakan yang dicanangkan oleh Jokowi terkadang tidak bisa dilanjutkan atau dijalankan oleh jajaran pejabat lainnya, baik di tingkat pusat, daerah, bahkan sampai ke tingkat desa. 

"Disini peran organisasi pemuda lintas agama, menyiapkan, mengkader para pemimpin muda ke depan. Oleh karena itu, salah satu program berkelanjutan yang akan kita lakukan adalah Pemuda Negarawan Lintas Agama Menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Hadir dalam diskusi ini ialah perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH), Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA), Generasi Muda Khonghucu (GEMA KU), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Generasi Muda Buddhis (GEMA BUDHI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).[Fhr] 

Komentar

Artikel Terkait