Gerindra Tegaskan Belum Masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf

Gerindra Tegaskan Belum Masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf

Telusur.co.id - Politikus Gerindra Andre Rosiade menegaskan, dekatnya hubungan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, tidak bisa diartikan bahwa Gerindra masuk dalam koalisi Jokowi-Maruf Amin.

Andre memastikan, sampai saat ini Partai Gerindra belum mengambil keputusan soal koalisi Jokowi-Maruf Amin.

“Sampai sekarang keputusan partai Gerindra belum ada. Kalau ada yang bilang kedatangan Pak Prabowo ke Bali sudah pasti masuk (kabinet) tidak juga,” ucap Andre di Jakarta, Sabtu (10/8/19).

Menurut Andre, mesranya hubungan Prabowo dengan Megawati saat ini bukanlah hal yang aneh. Karena, kata dia, antara Prabowo dengan Megawati mempunyai hubungan yang sepesial secara personal dan kekeluargaan.

Terlebih, Megawati dan Taufik Kiemas disebutnya pernah membantu Prabowo kembali ke Indonesia, ditambah Prabowo dan Megawati pernah maju sebagai kontestan di Pilpres.

“Memang secara personal hubungan tidak masalah. kembali membangun bangsa dan negara jangan disalah artikan Gerindra sudah pasti masuk kabinet,” tukas Andre.

Oleh karena itu, Andre menyebut sangat rendah pemikiran seseorang apabila menyebut kedekatan Prabowo ke PDI Perjuangan saat ini, karena Gerindra di iming-imingi kursi menteri di Kabinet.

“Saya jelasin ya, 2009-2014, saat MegaPro kalah, itu Pak SBY menawarkan jabatan menteri ke pak Prabowo tapi tidak diterima. 2014-2019 ketika pak Prabowo Kalah, kita juga ditawari menteri oleh Pak Jokowi, kita juga tidak terima. 2018, itu jatah Wapres pak Jokowi ditawari langsung ke Pak Prabowo. Nah terlalu rendah ketika dibilang kedekatan Pak Prabowo dengan Bu Mega karena diiming-imingi menteri,” paparnya.

Ia pun menegaskan, kedekatan dan pertemuan Prabowo dengan Megawati bersama Jokowi saat ini untuk kepentingan bangsa, agar terus guyub.

“Kalau kompetisi sudah selesai. Tentu kita harus bersama-sama membangun bangsa, baik bersama-sama dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan. Yang salah itu, kompetisi belum selesai. MK belum apa-apa, belum ada keputusan KPU, sudah zigzag, main mata, itu salah, gak punya etika. Ini Kompetisi sudah selesai, masa kita mau berantem terus,” tandasnya. [Fhr]

Laporan: Eka Mutia

Komentar

Artikel Terkait