telusur.co.id - 575 anggota DPR RI priode 2019-2024, telah dilantik. Sebagian anggota DPR RI itu adalah fraksi-fraksi koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Peneliti Formapi Lucius Karus menilai, gemuknya koalisi Jokowi-Maruf dapat menjadi beban fungsi DPR dalam hal pengawasan.
Sebab, ia khawatir makin gemuknya koalisi pendukung pemerintah, hanya baik untuk kepentingan menjaga stabilitas pemerintahan.
“Koalisi gemuk ini punya potensi melemahkan fungsi kontrol parlemen. Menjadi sebagai alat stempel untuk pemerintah saja. Potensi parlemen baru menjadi tukang stempel makin terbuka jika DPR sebagai lembaga mengabaikan peran mereka sebagai kekuatan penyeimbang atas eksekutif. Bagaimana DPR baru bisa mencegah pelemahan parlemen seperti ini?,” ungkap Lucius, Rabu (2/10/19).
Menurutnya, kunci utama agar parlemen bisa menjadi kekuatan penyeimbang adalah dengan mendekatkan diri kepada rakyat.
Dia yakin, jika DPR menjadi pendamping lidah rakyat, maka DPR bisa punya alasan untuk tetap kritis pada pemerintah sekalipun merupakan bagian dari koalisi partai pendukung pemerintah. [Fhr]