telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengkritik kebijakan pemerintah yang mengizinkan masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Kendari, Sulawesi Tenggara di tengah jutaan rakyat Indonesia yang terkena PHK.
Kritikan itu diungkapkan Herman dalam rapat paripurna DPR RI ke-14 masa persidangan III tahun sidang 2019-2020 di Jakarta, Selasa.
Ditegaskan Herman, impor 500 tenaga kerja asal China itu tidak adil bagi tenaga kerja Indonesia yang banyak terkena Pemutusan Hubungan Kerja selama masa pandemik COVID-19.
"Kita banyak PHK, tentu tidak adil rasanya bagi kita. DPR harus bersuara terkait dengan masuknya 500 TKA dan mungkin masih banyak lainnya yang akan masuk ke Indonesia," ujar Khaeron dalam rapat paripurna yang digelar menjelang masa reses DPR RI tersebut.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan dalam beberapa minggu terakhir banyak menerima aspirasi terkait masuknya TKA asal China itu dan permintaan agar dirinya menyuarakannya agar didengar pemerintah.
Untuk itu, Khaeron mengajak anggota DPR lain yang ikut dalam rapat paripurna DPR RI ke-14 itu untuk bersuara supaya aspirasi masyarakat bisa sampai ke telinga pemerintah.
"Marilah kita bersuara, karena bagaimanapun anak-anak bangsa kita ini juga memiliki kemampuan yang saya kira harus kita dorong, kita harus berikan ruang yang cukup dan tentu untuk berkarya lebih baik lagi dibandingkan dengan ruang pekerjaan yang kemudian diambil TKA," ujar Khaeron. [ham]