telusur.co.id - Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyebut, saat banyak masalah negara yang harus diselesaikan bersama-sama.
Hal itu diungkapkan Habiburokhman menanggapi pernyataan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang seolah meminta Gerindra untuk tetap berada di barisan oposisi. Oposisi disebut memiliki peran penting dalam check and balances pemerintahan.
"Kondisi saat ini banyak persoalan pelik yang membuat kita harus bersatu mengedepankan kepentingan rakyat dan meninggalkan ego masing-masing," kata Habiburokhman, Minggu (13/10/19).
Meski demikian, ia enggan menjawab mengenai kepastian sikap politik partainya. Habiburokhman mengatakan bahwa Prabowo memperhatikan keinginan para kader.
"Tradisi demokrasi kami begitu, untuk hal strategis Pak Prabowo minta pendapat kader. Setelah beliau memutuskan, kami semua akan patuh. Saat ini sudah banyak rekan-rekan buat usulan tertulis kepada beliau," ujarnya.
Soal kursi menteri, dia mengungkapkan bahwa belum ada kejelasan mengenai pos-pos menteri yang diberikan Jokowi.
"Sejauh ini setahu saya belum ada kursi menteri yang fixed untuk partai mana. Namun demikian, penentuan siapa jadi menteri apa tidak boleh dipandag sebagai sekadar bagi-bagi kue kekuasaaan," ungkap Habiburokhman.
"Kalau pun ada partai yang mendapatkan kursi menteri, harus dimaknai sebagai pembagian tugas kebangsaan yang tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan rakyat," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyebut bahwa oposisi penting dalam check and balances pemerintahan.
"Kalau semua ingin masuk kabinet, terus siapa yang jadi checks and balances pada pemerintah? Demo mahasiswa kemarin itu akibat semua parpol menjadi satu kubu. Akibatnya, mahasiswa dan rakyat yang turun lakukan kontrol, maka akan berbahaya bagi pemerintah jika yang melakukan kontrol secara langsung adalah parlemen jalanan," kata Irma, Sabtu (12/10/19). [Fhr]