telusur.co.id - Politikus artai Golkar Nusron Wahid mengaku sangat kecewa dengan masih adanya aksi pelarangan masuk ke DPP Partai Golkar, meski yang ingin masuk adalah para pengurus partai yang ingin melaksanakan rapat pleno.
Nusron secara tegas mengatakan, aksi pelarangan masuk sejumlah pengurus partai itu, merupakan sikap tragis dan memalukan. Pasalnya, bukan hanya dirinya saja yang dilarang masuk, tapi juga ratusan pengurus termasuk Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert Kardinal.
“Bendahara umum partai yang selama ini membayar maintenance, ngecat-ngecat semua, membayar mereka semua, tapi tidak bisa masuk ke kantor DPP. Ini sangat tragis," ucapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (4/9/19).
Padahal, lanjut Nusron, kedatangan dirinya bersama Ketua Korbid Pratama Nurdin Halid serta Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert Kardinal, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Vicktus Murin dan anggota partai lainnya ke kantor DPP Golkar untuk berdialog dengan Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar terkait waktu pelaksanaan rapat pleno yang sudah lama tidak diselenggarakan DPP Partai Golkar. Melihat, banyak agenda yang harus dibicarakan. seperti siapa yang akan ditunjuk sebagai pimpinan MPR dan DPR.
"Sampai hari ini, di bulan September 2019, sudah 10 bulan tidak ada rapat pleno. Padahal banyak agenda-agenda penting yang membutuhkan keputusan bersama di dalam pleno. Salah satunya untuk menetapkan kader dalam menempati posisi alat kelengkapan di DPRD tingkat Kabupaten dan Kota juga untuk menetapkan kadernya duduk di kursi pimpinan DPR dan MPR,” ungkapnya.
Untuk itulah, meski telah tidak diperbolehkan masuk ke kantor DPP, dirinya bersama pengurus partai Golkar lainnya tetap mendesak Airlangga untuk segera menggelar rapat pleno DPP Partai Golkar.
“Para pengurus sepakat untuk terus mendesak Ketum untuk segera menggelar rapat pleno. Karena sesuai AD/ART Partai Golkar, rapat pleno minimal dilakukan satu kali dalam dua bulan,” tegasnya.
Ratusan Pengurus DPP Partai Golkar tidak bisa masuk kantor DPP Partai Golkar, saat ingin mengelar rapat pleno. Karena tidak bisa masuk ke kantor DPP, ratusan pengurus DPP Partai Golkar akhirnya menggelar rapat di Hotel Sultan, Jakarta.
Rapat dipimpin oleh Nusron Wahid dan Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Nurdin Halid serta Bendahara Umum Robert Kardinal dengan diikuti ratusan pengurus dan kader Partai Golkar. [Fhr]