Dapat Penghargaan dari Jokowi, Fadli : Sebuah Kehormatan Dari Negara

Dapat Penghargaan dari Jokowi, Fadli : Sebuah Kehormatan Dari Negara
Fadli Zon

telusur.co.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melalui akun media sosialnya @mohmahfudmd, Senin mengungkapkan dua mantan wakil ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah menerima penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Jokowi.

Lalu, Bagaimana Fadli Zon? Dalam pernyataan di media sosialnya, Fadli Zon mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mahfud MD yang telah memberikan informasi kepadanya. “Terima kasih atas informasinya Pak @mohmahfudmd,” ungkap Fadli, Senin.

Ternyata informasi yang sama juga didapatkan Fadli Zon dari bagian kesekretariatan DPR RI. “Saya telah dihubungi Sekjen @DPR_RI tentang penghargaan ini,” katanya.

Siapapun yang memberikan informasi, bagi Fadli, sebuah kehormatan dari negara, karena purna tugas sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019. “Mudah-mudahan kita bisa terus berbuat terbaik bagi bangsa dan negara dari bidang masing-masing,” imbuh dia.

Sebelumnya, Mahfud MD melalui akun media sosialnya @mohmahfudmd, mengatakan dalam rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya.

Mahfud pun berpesan kepada Fadli dan Fahri untuk terus menyuarakan kebaikan untuk bangsa dan negara. "Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," katanya.

Bintang Mahaputera Nararya adalah Bintang Mahaputra kelas V. Bintang ini penghargaan sipil yang tertinggi, tetapi dikeluarkan dan diberikan sesudah Bintang Republik Indonesia kepada anggota korps militer. Bintang ini diberikan bagi mereka yang berjasa secara luar biasa pada bidang militer pula.

Sebagai data, Presiden Jokowi juga pernah menganugerahkan Bintang Mahaputera Nararya kepada empat orang yaitu Arifin Panigoro (Pendiri dan penasihat PT. Medco Internasional Tbk), Sofjan Wanandi (Ketua tim ahli Wakil Presiden), Almarhum Tengku Nasaruddin Said Effendy (Akademisi dan budayawan), dan Almarhumah Siti Maryam Muhammad Salahuddin (Ilmuwan kebudayaan daerah/kebudayaan Bima). [ham]

 

Komentar

Artikel Terkait