Curiga Ada Yang Bermain, IPW Desak Kematian Mahasiswa Diusut Serius

Curiga Ada Yang Bermain, IPW Desak Kematian Mahasiswa Diusut Serius
Ketua Presideum IPW, Neta S Pane

telusur.co.id - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus kematian dua Mahasiswa diduga akibat tertembak peluru tajam dalam aksi demo di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Patut dicermati dan diusut Polri dengan serius,” desak Ketua Presideum IPW, Neta S Pane, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (27/9/2019).

Sebab, dijelaskan dia, SOP Polri sudah jelas dan perintah Kapolri tegas bahwa dalam menangani aksi demo, anggota Polri dilarang menggunakan peluru tajam. Jika peluru itu berasal dari anggota Polri, berarti ada oknum Polri yang bekerja di luar perintah. 

"Tapi jika bukan dari oknum polisi, berarti ada pihak yang sengaja bermain dan memecah belah serta membuat kekacauan serta menjatuhkan citra polri. Untuk itu, Polri perlu mengusut kasus ini dengan cepat dan transparan yang melibatkan Kompolnas dan Komnas Ham," tegasnya.

Saat disinggung kasus korban jiwa di kendari itu karena ada yang mencoba memecah belah atau memang ulah oknum polisi, Neta kembali tegaskan agar Polisi segera mengusut.

"IPW belum bisa memastikan, biar polisi mengusut tuntas dulu kasus ini dan segera mengumumkan siapa pelakunya, apakah polisi atau bukan. Bisa jadi seperti itu (ada yang perkeruh suasana)," ujar dia.

Sejauh ini, diakui Neta, langkah Polri dalam pengendalian pengamanan unjuk rasa mengalami dilema, disatu sisi tidak bersikap represif terhadap pendemo dan di sisi lain polri juga harus menjaga keamanan masyarakat agar demo tidak berlanjut pada kerusuhan, yang merusak harta benda masyarakat.

"Di sinilah sikap profesional polri di uji dan untuk itu Polri harus meminta pimpinan unit Polri di lapangan senantiasa cermat dan terukur dalam mengawasi anak buahnya maupun dalam mengambil tindakan di lapangan," tandasnya. [Ham]

Komentar

Artikel Terkait