telusur.co.id - Partai Golkar harus dibenahi secara menyeluruh kelembagaanya. Karena, jika tidak, maka partai ini akan terus merosot perolehan suaranya dalam setiap pemilu.
Begitu disampaikan oleh politisi senior Golkar, Ridwan Hisjam dalam sebuah diskusi bertajuk "Menyongsong Kepemimpinan Partai Politik Menghadapi Pemilu 2024" di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/19).
"Kedepan, Golkar itu harus dilakukan reformasi jilid II, kapan itu? Munas mendatang," kata Ridwan.
Menurut Ridwan, kebesaran Golkar yang terasa setelah menjadi partai, baru era ketua umumnya Akbar Tandjung. Setelah itu, perolehan kursi Golkar di DPR terus mengalami penurunan. Hal itu disebabkan Akbar Tandjung memilki gagasan yakni Paradigma Baru Partai Golkar.
Meski demikian, ujar Ridwan, gagasan yang ditelurkan Akbar tersebut tidak mungkin diterapkan di era sekarag. Sebab, zamannya sudah berubah.
Jika Golkar ingin maju, saran dia, tidak ada alasan lain yakni melakukan reformasi jilid II. Sebab, Golkar saat ini, menurut Ridwan, disibukkan dengan konsolidasi. Padahal, Golkar itu berbicara dan menerapkan doktrin yakni karya dan kekaryaan.
"Reformasi jilid II dimaksudnyamembenahi perkaderan Golkar. Kalau nggak ada reformasi jilid II ini, pemilu 2024 turun lagi, prediksi saya separuh turunnya," tukasnya.[tp]